Napi Perampok Kabur, Kemungkinan Berhasil Keluar Pulau Nusakambangan

Sehari sebelum kabur, Kadarmono sempat membeli 30 bungkus roti di sebuah warung di Lapas. Kadarmono juga diperkirakan bertahan hidup dengan mengonsumsi buah-buahan yang banyak tumbuh di pulau itu.

Selasa, 27 Jun 2017 12:05 WIB

Ilustrasi. Kepolisian Air (Polair) berpatroli di perairan sekitar Pulau Nusakambangan. (Foto: KBR/Muh Ridlo Susanto)

KBR, Cilacap – Petugas keamanan dari Kementerian Hukum dan HAM serta Kepolisian belum berhasil menangkap Kadarmono, narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kadarmono merupakan napi kasus perampokan yang kabur sejak Senin (19/6/2017). Sejak menjadi buron sepekan lalu, keberadaan Kadarmono belum diketahui.

Koordinator Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Abdul Aris mengatakan petugas kesulitan menemukan jejak Kadarmono lantaran napi itu diduga sudah paham jalur-jalur pelarian di Nusakambangan. Selama dua tahun terakhir, Kadarmono sudah menjadi tahanan pendamping (tamping) bagi penggembala hewan ternak.

Abdul Aris mengatakan pencarian terhadap Kadarmono sudah dilakukan hingga ke ujung sebelah barat Pulau Nusakambangan di Selok Jero. Namun pencarian hasilnya nihil.

Aris mengatakan ada dua kemungkinan. Pertama, Kadarmono masih berada di Nusakambangan dan bertahan hidup dengan bekal yang ada. Menurut Aris, sehari sebelum kabur, Kadarmono sempat membeli 30 bungkus roti di sebuah warung kompleks Lapas. Kadarmono juga diperkirakan bertahan hidup dengan mengonsumsi buah-buahan yang banyak terdapat di Nusakambangan, termasuk buah kelapa.

Namun ada juga kemungkinan lain, yaitu Kadarmono berhasil lolos keluar dari Pulau Nusakambangan. Abdul Aris mengatakan jika Kadarmono lolos, maka napi itu diperkirakan bergerak menuju Klaces di Kawasan Laguna Segara Anakan, yang posisinya hampir berpimpitan dengan Pulau Nusakambangan. Dari kawasan Klaces, Kadarmono diperkirakan menuju Pangandaran.



Kadarmono, narapidana yang kabur dari Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah sejak Senin (19/6/2017). (Foto: KBR/Muh Ridlo Susanto)
 
Baca juga:


Paham peta Nusakambangan

Kadarmono merupakan narapidana kasus perampokan yang divonis 14 tahun penjara. Napi asal Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang itu kabur pada Senin (19/6/2017). Kadarmono sebetulnya akan bebas 22 April 2021 atau empat tahun lagi.

Kadarmono diketahui hilang saat apel, Senin siang. Sore harinya, Kadarmono juga tidak kembali dan menghilang bersama sapi yang digembalakannya.  

Koordinator Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Abdul Aris meyakini Kadarmono tidak mungkin kabur dari Pulau Nusakambangan tanpa bantuan orang lain. Sebab, untuk keluar dari Nusakambangan harus menggunakan perahu. Sementara, jalur resmi antara Dermaga Sodong menuju Wijayapura tak mungkin digunakan karena sudah disterilkan begitu ada napi kabur.

"Masalahnya begini. Orang ini sudah bekerja di luar selama dua tahun. Jadi dia minimal tahu jalur-jalur luar itu. Kemungkinan berkomunikasi dengan orang-orang atau penduduk situ. Karena sebagai tahanan pendamping gembala sapi, keluar masuk hutan itu dia harus tahu. Makanya agak berat kami mencarinya. Tetapi kita upayakan," kata Abdul Aris, di Cilacap, Senin (26/6/2017).

Pencarian Kadarmono saat ini, kata Abdul Aris, berbeda dengan upaya pencarian dua napi lain yang kabur dari Lapas Batu pada 26 Januari 2017 lalu. Dua napi penghuni Lapas Kelas I Batu, adalah Syarjani Abdullah (40 tahun), terpidana seumur hidup kasus narkoba dan M Husein (43 tahun), yang divonis kurungan 13 tahun sama. Mereka kabur dengan melompat keluar pagar dari Pos Pengawas yang kebetulan sedang tidak dijaga.

Namun pelarian dua napi itu tidak berjalan mulus karena tidak memiliki persiapan peta Nusakambangan sera tanpa persiapan untuk bertahan hidup. Dua napi akhirnya ditemukan di komplek Gudang Lapas Batu, sepekan setelah kabur.

Aris mengatakan berbeda dengan dua orang itu, Kadarmono memiliki persiapan untuk kabur. Selama bekerja sebagai penggembala ternak, Kadarmono diyakini sudah hafal jalur pelarian serta kemungkinan mengenal orang luar yang mungkin bisa diajak kerjasama.

Senin malam itu, pencarian langsung dilakukan dengan bekerjasama Kepolisian Sub Sektor Nusakambangan Polres Cilacap.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1