Kompolnas Minta Novel Buka Identitas Jenderal yang Diduga Terlibat

“Kalau merasa takut, Novel juga bisa minta perlindungan LPSK atau polisi"

Kamis, 15 Jun 2017 22:17 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta– Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Novel Baswedan untuk membuka identitas Jenderal, yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman yang dihadapinya. Hal itu setelah Novel menyebutkan dugaan itu ke majalah Times beberapa waktu lalu.

Anggota Kompolnas Andrea Hynan Poeloengan mengatakan, penyebutan identitas  diperlukan agar tidak menjadi fitnah.

“Kalau merasa takut, Novel juga bisa minta perlindungan LPSK atau polisi sekali pun. (Jadi mendesak Novel untuk membuka identitas Jendral?) Oh iya dong, biar jangan jadi polemik. Saya pikir itu adalah hal yang bijak,” kata Anggota Kompolnas Andrea Hynan Poeloengan  saat dihubungi KBR, Kamis (15/06/17).

Andre menjelaskan, terkait kasusnya yang hingga kini belum terselesaikan, hal itu karena  tidak semudah yang dilihat di permukaan. Di lapangan, kata dia, tim penyidik  masih banyak menemukan kesulitan untuk mengungkap kasus ini.

“Ya seperti bukti-bukti, CCTV aja susah kan untuk dianalisa. Jadi saya kira kepolisian juga tidak menganggap kasus ini untuk main-main, atau tekanan yang dibilang oleh Novel,” jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR