Wabah di Papua, Presiden Perintahkan TNI-Polri Tangani

"Kita teruskan apa yang diperintahkan bapak presiden adalah membentuk satuan tugas TNI Polri"

Selasa, 23 Jan 2018 12:56 WIB

Gizi buruk di Asmat, Papua. (Foto: KBR/Katharina L.)

KBR,Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta Panglima dan Kapolri untuk bersinergi membantu penanganan wabah penyakit di daerah Papua.  Panglima TNI, Hadi Tjahjanto  mengatakan Presiden juga meminta agar TNI Polri membentuk satgas untuk menangani masalah kesehatan di Papua.

"Bapak Presiden memerintahkan segera kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menangani permasalahan wabah penyakit yang ada di Papua, dan kita teruskan apa yang diperintahkan bapak presiden adalah membentuk satuan tugas TNI Polri untuk menangani permasalahan yang saat ini sedang terjadi, dan satgas ini adalah satgas yang melaksanakan tugas sepanjang tahun Selama periode tahun itu," ujar Hadi, di Mabes TNI, Selasa (23/01/2018).

Hadi   menjelaskan   satgas  akan menerjunkan anggota medis termasuk dokter spesialis ke beberapa tempat rawan. Selain itu mereka juga akan membantu dalam suplai logistik, obat-obatan dan dokter secara merata dan berkala untuk memantau ada atau tidaknya penyebaran wabah penyakit di tempat tersebut.

"Kita datangi tempat-tempat yang dianggap rawan terhadap penyakit, tentunya di dukung juga dengan logistik dan dukungan obat obatan. Dan yang paling penting kita akan terbangkan dokter, apakah wilayah itu terjangkit penyakit atau tidak kita akan tetap datangi secara periodik dengan tenaga dokter maupun tenaga medis lainnya," ujarnya.

Ia juga mengatakan akan segera memerintahkan asisten operasional TNI dan Polri untuk merapatkan strategi penanganan masalah kesehatan tersebut. Dia berharap agar rapat digelar secara cepat dan tepat untuk segera bisa di implementasikan di lapangan.

Senada dengan Panglima, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian juga mengatakan akan segera melakukan koordinasi. Kata Tito,  satgas akan langsung bekerja memonitor seluruh daerah di Papua, dengan membangun jaringan poliklinik agar segera melapor jika terjadi wabah berbahaya.

"Satgas ini nanti melakukan tugas yang pertama adalah monitoring secara berkala dengan jaringan yang ada poliklinik di bawahnya, dimana potensi gangguan kesehatan nutrisi mungkin, atau ada penyakit wabah dan lain-lain segera untuk dimonitor, segera dilaporkan, untuk segera kita tindak di lapangan sebelum muncul ke ruang publik lebih luas," ujar Tito.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.