Suap Kemendes, Auditor Senior BPK Gunakan NPWP Dan KTP Palsu Beli Mobil Mewah

"Biasanya dengan hanya menyerahkan itu biasanya pasti jadi, STNK juga pasti jadi,"

Rabu, 10 Jan 2018 18:19 WIB

Terdakwa kasus suap terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan Kemendes PDTT, Rochmadi Saptogiri menjalani sidang di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/1). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Bekas Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri menggunakan identitas Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) palsu untuk membeli sebuah mobil yang diduga sebagai salah satu cara untuk melakukan tindak pidana pencucian uang. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jaksa KPK, Takdir Suhan menampilkan kartu identitas atas nama Andhika Ariyanto dengan foto identitas Rochmadi.

Kata dia, Rochmadi saat itu diduga memerintahkan bawahannya untuk membeli sebuah Mobil Honda Odyssey pada pertengahan tahun lalu. Jaksa Takdir mengonfirmasi NPWP palsu tersebut kepada salah seorang pegawai showroom mobil di Sunter, Valentino, bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini.

"Khusus untuk NPWP, apakah sudah dilakukan pengecekan apakah NPWP ini memang terdaftar atas nama Andhika Ariyanto?" Tanya jaksa.

"Kalau sampai situ saya tidak tahu karena biasanya NPWP itu dipastikan oleh perusahaan otomotif waktu akhir bulan, jadi saya tidak tahu soal itu," Jawab Valentino.

"Untuk mobil ini apakah sudah dilakukan pengecekan yang seperti demikian?" Tanya Jaksa lagi.

"Saya kurang tahu pak, tapi biasanya dengan hanya menyerahkan   itu biasanya pasti jadi, STNK juga pasti jadi,"  jawab Valentino lagi.

Selain itu, dalam persidangan dalam perkara yang sama untuk tersangka Ali Sadli kemari, Rochmadi Saptogiri juga terbukti menggunakan Kartu Tanda Penduduk palsu untuk membeli mobil sebagai bentuk pengaburan uang suapnya.

Awalnya, Rochmadi memerintahkan bawahannya, Ali Sadli selaku Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara BPK untuk membeli mobil. Ali   kemudian memerintahkan bawahannya, Yudy Ayodya Baruna untuk membeli satu unit mobil Honda Odyssey.

Ali mengatakan kepada Yudy bahwa mobil tersebut sebenarnya dibeli oleh Rochmadi. Namun, menurut Yudy, mobil tersebut dibeli menggunakan nama Andika Ariyanto, bukan atas nama Rochmadi Saptogiri. Ali memberikan KTP atas nama Andika yang menggunakan foto wajah Rochmadi Saptogiri.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Divonis 15 Tahun Penjara, Setnov: Saya Shock Sekali

  • Status Setya Novanto di DPR akan Dibahas setelah Masa Reses
  • Namanya Masih Disebut di Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat
  • Puluhan Warga Lhokseumawe Terjaring Razia Busana

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.