Obama Sebut Penembakan Jurnalis Peristiwa Memilukan

Pelaku penembakan lantas bunuh diri.

Kamis, 27 Agus 2015 09:37 WIB

Penembakan jurnalis saat siaran langsung di Virginia (Foto: Telegraph)

Penembakan jurnalis saat siaran langsung di Virginia (Foto: Telegraph)

KBR - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan dukanya terhadap penembakan dua jurnalis di Virginia. Menurutnya penembakan tersebut merupakan kejadian memilukan. Obama mengaku, hatinya hancur setiap kali membaca atau mendengar insiden semacam itu. 

Dua jurnalis salah satu stasiun televisi di Virginia, Amerika, tewas ditembak pria bersenjata pada Rabu waktu setempat. Juru Bicara Biro Tembakau, Alkohol, Senjata Api dan Peledak (ATF) Thomas Faison mengatakan pelaku, Vester Lee Flanagan, membeli senjata secara legal. Namun dari fax yang diterima ATF dari ABC News, Flagan mengatakan memutuskan membeli senjata setelah pembantaian di gereja Charleston. Tapi Faison tak mengatakan di mana atau kapan tepatnya pelaku membeli pistol. 

Pelaku penembakan yang diidentifikasi bernama Bryce Williams kemudian diketahui tewas bunuh diri.

Editor: Citra Dyah Prastuti  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.