Ledakan di Kereta Bawah Tanah Taiwan Tewaskan 25 Korban

Ledakan yang mengguncang Stasiun Sonshan, Taipei diperkirakan meledak mendekati tengah malam waktu setempat dalam kereta jurusan Taipei-Keelung.

Jumat, 08 Jul 2016 10:25 WIB

Ledakan di Tianjin. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Ledakan di kereta bawah tanah Taiwan memakan 25 korban. Ledakan diduga berasal dari bom pipa. Ledakan yang mengguncang Stasiun Sonshan, Taipei diperkirakan meledak mendekati tengah malam waktu setempat dalam kereta jurusan Taipei-Keelung.

Polisi Taiwan kini sedang mengejar seorang laki-laki berpakaian serba hitam yang diduga sebagai tersangka. Temuan awal polisi mengindikasikan, bom diledakkan dari jarak dekat dan kemungkinan satu dari 25 korban adalah pelaku. Benda hitam sepanjang 20cm ditemukan di atas tempat duduk. Polisi dan Departemen Pemadam Kebakaran Tapei mangatakan, pipa besi merupakan sumber ledakan. Ledakan dipercayai mengandng bubuk mesiu.

Saksi mata mengatakan, ada tiga ledakan di gerbong keenam sebelum gerbong itu terbakar. Ia melihat ada seorang pria yang berjalan ke dalam gerbong dan meninggalkan sebuah tas dalam kabin gerbong sebelum ledakan.

"Sepertinya seseorang melakukan hal ini dengan niat jahat dan kami akan melakukan investigasi penuh terhadap kasus ini," ujar Lin Chuan, Perdana Menteri Tiongkok.

Lin mengatakan, polisi telah menaikkan tingkat siaga di Taiwan dan menggandakan pengawasan, mengajak masyarakat untuk tenang. Juru bicara Kabinet Tiongkok, Tung Chen-Yuan bilang, Lin memerintahkan agensi pemerintah membentuk tim untuk menginvestigasi ledakan dan membantu korban untuk mendapatkan pertolongan medis terbaik.



Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.