Bendera Myanmar/ANTARAFOTO.

KBR - Parlemen Myanmar menyetujui undang-undang yang melarang pernikahan beda agama di negara yang didominasi penganut Budha tersebut. Keputusan ini ditentang oposisi. Mereka menganggap keputusan tersebut bentuk diskriminasi terhadap wanita dan penganut agama Islam.

Dalam undang-undang itu disebutkan wanita Budha dan pria dari agama lain yang ingin menikah harus melapor ke pejabat lokal yang berwenang. Setelah itu pertunangan mereka akan diumumkan ke publik dan pasangan tadi bisa menikah jika tidak ada yang keberatan. Namun jika pasangan itu melanggar aturan tersebut, mereka bisa dipenjara.

Aturan ini adalah bagian dari 4 undang-undang yang sedang dibuat yaitu pernikahan, agama, poligami, dan perencanaan keluarga. Undang-undang tersebut diajukan organisasi Budha bernama Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama yang berafiliasi dengan kelompok biksu Budha nasionalis.

Tahun lalu, Komisi Internasional Kebebasan Beragama Amerika Serikat dan Human Rights Watch mengutuk keempat draf undang-undang tersebut dan mengatakan mereka mendiskriminasi kaum non-Buddha yang ingin berpindah agama, menikah, melahirkan, yang bisa berujung represi dan kekerasan terhadap Muslim dan agama minoritas lainnya. (Free Radio Myanmar)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!