Foto: Wikimedia-Creative Commons.

KBR - Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut sang presiden mendorong pembunuhan terhadap para penjahat di luar jalur pengadilan.

Klarifikasi itu disampaikan juru bicara Duterte, setelah muncul kritik dari Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengenai rencananya membunuhi ribuan penjahat atas nama perang melawan kriminalitas.

Sebelumnya, Duterte yang memenangkan pemilu pada bulan lalu menyatakan akan melakukan kegiatan operasi antikriminalisasi selama kurun waktu enam bulan dengan membunuhi puluhan ribu orang tersangka atau terduga pelaku kriminal, termasuk wartawan korup. Ia bahkan menawarkan hadiah bagi aparat yang bisa membunuh gangster atau bos penyelundupan narkoba.

Namun, Juru bicara Duterte, Salvador Panelo belakangan mengklarifikasi pernyataan sang Presiden terpilih. Salvador mengatakan mengatakan Duterte tidak mendorong pembunuhan di luar jalur pengadilan karena melanggar undang-undang.

Salvador justru menyebut Sekjen PBB mendapat informasi yang salah dari media sehingga kemudian ia mengutuk rencana Rodrigo Duterte itu.

"Presiden terpilih tidak mendorong, tidak bisa dan tidak mungkin mendorong pembunuhan ekstrajudisial, itu melanggar hukum," kata Salvador Panelo.

Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam pidato di New York pekan lalu mengatakan betul-betul terganggu dengan pidato Duterte, dan menyuarakan kecamannya atas pernyataan Duterte yang membenarkan pembunuhan terhadap jurnalis.

Duterte sebelumnya mengatakan jurnalis yang korup atau menerima suap sah saja menjadi sasaran pembunuhan. Pernyataannya itu segera mengundang kritik dan kecaman dari dalam dan luar negeri. (AFP/BBC) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!