Dikecam Sekjen PBB, Rodrigo Duterte Klarifikasi Pernyataan

Duterte tidak mendorong pembunuhan di luar jalur pengadilan karena melanggar undang-undang.

Senin, 13 Jun 2016 12:10 WIB

Foto: Wikimedia-Creative Commons.

KBR - Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut sang presiden mendorong pembunuhan terhadap para penjahat di luar jalur pengadilan.

Klarifikasi itu disampaikan juru bicara Duterte, setelah muncul kritik dari Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengenai rencananya membunuhi ribuan penjahat atas nama perang melawan kriminalitas.

Sebelumnya, Duterte yang memenangkan pemilu pada bulan lalu menyatakan akan melakukan kegiatan operasi antikriminalisasi selama kurun waktu enam bulan dengan membunuhi puluhan ribu orang tersangka atau terduga pelaku kriminal, termasuk wartawan korup. Ia bahkan menawarkan hadiah bagi aparat yang bisa membunuh gangster atau bos penyelundupan narkoba.

Namun, Juru bicara Duterte, Salvador Panelo belakangan mengklarifikasi pernyataan sang Presiden terpilih. Salvador mengatakan mengatakan Duterte tidak mendorong pembunuhan di luar jalur pengadilan karena melanggar undang-undang.

Salvador justru menyebut Sekjen PBB mendapat informasi yang salah dari media sehingga kemudian ia mengutuk rencana Rodrigo Duterte itu.

"Presiden terpilih tidak mendorong, tidak bisa dan tidak mungkin mendorong pembunuhan ekstrajudisial, itu melanggar hukum," kata Salvador Panelo.

Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam pidato di New York pekan lalu mengatakan betul-betul terganggu dengan pidato Duterte, dan menyuarakan kecamannya atas pernyataan Duterte yang membenarkan pembunuhan terhadap jurnalis.

Duterte sebelumnya mengatakan jurnalis yang korup atau menerima suap sah saja menjadi sasaran pembunuhan. Pernyataannya itu segera mengundang kritik dan kecaman dari dalam dan luar negeri. (AFP/BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.