Ilustrasi Stop Bulling.

KBR - Seorang guru senior di sebuah sekolah dasar di Sungai Petani, Kedah, Malaysia, diduga mengatakan kepada siswa non-Muslim untuk tidak minum air dalam kelas tetapi untuk melakukannya di kamar mandi. Guru yang bertanggung jawab di bidang kesiswaan ini, juga diduga mengatakan kepada siswa bahwa jika mereka tidak memiliki air, mereka bisa minum dari "keran atau air seni mereka sendiri" sebagai gantinya. Hal ini menurut surat keluhan yang beredar di berbagai platform media sosial.

"Omongan asisten senior bagian kesiswaan itu adalah tidak beradab dan kasar, serta bisa memicu sentimen rasial antara siswa dan masyarakat non-Muslim. Hal ini juga jelas bahwa ia sebagai seorang guru tidak menghormati perasaan siswa non-Muslim, guru, dan para kerabat mereka," isi dari surat itu.

Minggu adalah hari sekolah di beberapa negara termasuk Kedah. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam surat itu, pernyataan guru tersebut muncul pada hari ke empat di masa bulan puasa Ramadan, yaitu di Hari Minggu. Surat tersebut pun ditujukan juga kepada Direktur Departemen Pendidikan Kedah sebagai penerima keluhan yang konon berasal dari "Kerabat dari siswa non-Muslim" sekolah.

Pihak sekolah, kepada Malaysiakini, mengatakan bahwa para pejabat sekolah melakukan pertemuan untuk membahas tuduhan itu. Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan P Kamalanathan mengungkapkan bahwa penyelidikan telah diperintahkan.

"Kami telah langsung diarahkan Departemen Pendidikan Negara Bagian Kedah untuk menyelidiki dan mereka sedang melakukan itu dan kami sedang menunggu hasil. Jika ditemukan benar, mereka yang bertanggung jawab (atas peristiwa ini-red) akan ditangani dengan serius karena melanggar kebijakan kementerian," katanya di Facebook. (sumber: Malaysiakini)


Editor: Damar Fery

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!