Pengusaha Donald Trump menjadi satu-satunya kandidat calon presiden Amerika Serikat yang tersisa dari Partai Republik setelah dua pesaingnya mundur. (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Gubernur Ohio Amerika Serikat, John Richard Kasich menyatakan mundur dari pesta konvensi pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.

Politisi berpandangan moderat itu menyerah kalah setelah hanya menang di pemilihan pendahuluan di Ohio, dan gagal memperoleh dukungan di negara bagian lain.

Mundurnya Gubernur Kasich makin memperkuat jalur kemenangan pengusaha real estate Donald Trump menuju pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.

Sebelumnya, pesaing terdekat Donald Trump, yaitu Senator TexasTed Cruz juga menyerah kalah pada Selasa malam. Cruz menghentikan kampanenya setelah kalah telak atas Donald Trump di pemilihan pendahuluan di Indiana.

Sehari setelah kemenangan Trump, John Kasich menyampaikan pidato pamitan di Columbus, Ohio. Dalam pernyataan 15 menit yang emosional itu, Kasich sama sekali tidak menyinggung soal pencalonan Trump maupun alasan mengapa ia menghentikan kampanye pencalonan.

"Saya selalu mengatakan Tuhan punya tujuan tertentu bagi saya, seperti juga Tuhan punya maksud untuk semua orang," kata Kasich.

"Saat saya menghentikan kampanye pencalonan saya hari ini, saya memperbarui keyakinan saya, makin dalam, bahwa Tuhan akan menunjukkan saya jalan dan memenuhi keinginan dalam hidup saya."

Dengan keputusan Kasich menyusul Ted Cruz mundur dari pencalonan, kini tinggal Donald Trump yang melaju sendirian dalam pesta penjaringan calon presiden dari Partai Republik, atau biasa disebut GOP (Grand Old Party).

Meski begitu, Donald Trump masih belum memenuhi syarat untuk mendapat dukungan sebagai calon presiden dari Partai Republik. Saat ini Trump baru mendapat 1,053 dukungan delegasi, dari syarat yang dibutuhkan sebanyak 1,237 dukungan suara. Trump masih membutuhkan 184 suara lagi. Sementara pemilihan pendahuluan masih tersisa empat tempat lagi di bulan Mei, dan lima wilayah lagi di bulan Juni---sebelum resmi pencalonan di bulan itu juga.

Sejumlah pihak menilai John Kasich selama ini tidak mirip sebagai kandidat dari Partai Republik. Ia justru mirip politisi dari Partai Demokrat yang moderat. Selama berkampanye Kasich menghindari serangan pada lawan secara langsung dan justru kerap menyuarakan nada positif.

CNN memberitakan, John Kasich kerap membuat lelucon bahwa ia bisa melakukan lebih baik dalam kampanye pendahuluan di Partai Demokrat dibanding di kerumunan Partai Republik. Sikap itu kemungkinan tidak menarik perhatian para pemilih Partai Republik yang konservatif.

Banyak analis sudah memperkirakan kemungkinan Donald Trump bakal menjadi nominator dari Partai Republik berhadap-hadapan dengan Hillary Clinton dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden mendatang.

Donald Trump, bakal menjadi calon presiden pertama yang maju dalam pemilihan tanpa latar belakang dan pengalaman politik---sejak era Eisenhower menjadi presiden pada 1953.

Di Partai Demokrat, pertarungan juga hampir mendekati usai. Hillary Clinton sudah memperoleh 92 persen dari suara pemilih yang dibutuhkan untuk memenangkan nominasi. Clinton saat ini sudah memperoleh 2,205 suara dukungan dari syarat memenangkan nominasi yaitu 2,383 dukungan, atau masih kurang 178 suara lagi. (CNN/CBS/NY Times)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!