Setop Permusuhan, Kuba dan AS Bakal Bertemu Lagi

Kuba selama ini kerap mengontrol media serta memblok situs yang dijalankan oleh jurnalis.

Selasa, 19 Mei 2015 08:32 WIB

Bendera Kuba

KBR - Dua pemimpin negara yakni Kuba dan Amerika Serikat bakal bertemu untuk memulihkan hubungan diplomatik. Keduanya dijadwalkan bakal bertemu Kamis mendatang untuk sesi negosiasi keempat mereka. Hubungan diplomatik kedua negara sebelumnya telah berakhir pada 1961. Meski ada kemajuan, kedua belah pihak masih perlu mencapai kesepakatan tentang penempatan duta besar. Selain itu, Kuba ingin agar Amerika Serikat menghentikan program pelatihan jurnalistik dan internet yang dianggap subversif dan melanggar Konvensi Wina.

Pasalnya, Kuba selama ini kerap mengontrol media serta memblok situs yang dijalankan oleh jurnalis. Sehingga Kuba menilai, program AS di Havana itu bakal mengganggu rezim di Kuba. Sementara itu, AS menilai programnya sama dengan yang dilakukan di negara-negara lain. Sehingga rezim Kuba tak perlu khawatir.

Sejak Castro dan Barack Obama mengumumkan bakal memulai hubungan diplomatik pada Desember lalu, negosiator kedua negara telah bertemu dua kali di Havana dan Washington. Kedua presiden juga bertemu pada April lalu di Panama. (CNA)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.