Peta Irlandia. Foto: Antara

KBR - Gereja Katolik dianggap sudah saatnya melakukan "reality check" atau tes realita, dalam menghadapi kenyataan legalitas pernikahan sejenis di Irlandia.

Negara yang dijuluki Pulau Zamrud itu baru saja melakukan referendum apakah setuju mengubah konstitusi untuk legalisasi pernikahan antara orang yang berorientasi seksual sama. Hasilnya, 62 persen setuju.

Uskup Agung Kota Dublin, Diarmuid Martin mengatakan hasil referendum itu seperti revolusi sosial. Kenyataan ini seperti masih dianggap mimpi bagi kalangan gereja yang selama ini mengharamkan pernikahan sejenis. Reality check dibutuhkan untuk meyakinkan gereja bahwa mereka tidak sedang bermimpi.

Dan gereja perlu melakukan upaya mendekati lagi kalangan generasi muda untuk mendapatkan kembali dukungan budaya dan tradisi dari publik serta sebagai otoritas moral.

Kata dia, Gereja perlu mengambil penegasan dari pandangan para pemuda, untuk mendapatkan kembali budaya tradisional dan otoritas moral di Irlandia. 

Gereja Katolik yang menyakini bahwa kegiatan homoseksual merupakan sebuah dosa, menyatakan bahwa dominasi mereka runtuh dalam politik Irlandia setelah serangkaian skandal pelecehan seks terhadap anak marak terjadi di awal dekade 1990-an. 

Hasil referendum ini menjadikan Irlandia sebagai negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis melalui sebuah referendum.

Hasil referendum yang diumumkan pada Sabtu (23/5/2015) menunjukkan bahwa lebih dari 1.201.607 penduduk Irlandia memilih mendukung pernikahan sesama jenis, sementara hanya 734.300 penduduk yang menolak. (Guardian/CNN)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!