Pedoman Baru Cegah Polusi di Perairan Kutub

The Polar Code atau Kode Kutub adalah aturan yang melarang kapal untuk melepaskan minyak, limbah, dan bahan kimia ke laut.

Minggu, 17 Mei 2015 17:55 WIB

Beruang Kutub. Foto: Antara

KBR - Pedoman baru untuk mencegah polusi di perairan kutub telah disahkan pada pertemuan Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London. The Polar Code atau Kode Kutub adalah aturan yang melarang kapal untuk melepaskan minyak, limbah, dan bahan kimia ke laut. Langkah-langkah yang mengatur soal polusi di Kutub ini mulai berlaku pada 2017 mendatang.

WWF berpendapat Kode Kutub itu sangat mendesak diterapkan mengingat rute laut baru akan dibuka dalam beberapa waktu mendatang. Manajer Program Kutub WWF Inggris Rod Downie mengatakan, negara-negara anggota IMO harus menghormati visi asli dari Kode Kutub, yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai prioritas. Artinya, ada langkah-langkah tambahan untuk mengurangi risiko punahnya spesies laut, pengetatan pemberian sanksi untuk tumpahan minyak, pengurangan emisi udara dan kebisingan bawah air. (BBC) 

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemenang Tender Beberkan Nama Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla

  • 100 Hari Anies-Sandi, FPDIP Anggap Kebijakan Penataan Tanah Abang Paling Bermasalah
  • AS Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah
  • Barcelona Siapkan Nomor 7 untuk Griezmann, Bukan Coutinho

Susu menjadi asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia dan diperlukan manusia sepanjang hidup, bukan hanya ketika bayi dan balita saja.