Apple Mulai Upayakan Keberagaman Etnis dan Gender dalam Perusahaan

Pada 2014 lalu Jackson memprotes Chief Executive Apple, Tim Cook, lantaran minimnya keberagaman etnis dan gender dalam perusahaan teknologi tersebut.

Kamis, 04 Agus 2016 17:06 WIB

KBR- Perusahaan teknologi yang berbasis di Amerikan Serikat, Apple Inc, mengklaim sudah melakukan perbaikan keragaman gender dan etnis jauh lebih baik dari perusahaan yang berbasis di Silicon Valley lainnya, seperti Facebook Inc dan Google.

Apple melaporkan, per Juni lalu, secara keseluruhan pegawai kulit putih Apple mencapai 56 persen, (meningkat 2 persen dibanding tahun lalu), 19 persen orang Asia (turun 1 persen), keturunan latin-america 12 persen (naik 1 persen), dan 9 persen orang kulit hitam (meningkat 1 persen). Pada toko-toko retail milik Apple, dari totak keseluruhan pegawai, terdapat 12 persen pegawai kulit hitam dan 17 persen pegawai keturunan Latin Amerika. 

Sementara untuk kesetaraan gender, pegawai perempuan Apple mencapai 32 persen, meningkat 1 persen dari Juni tahun lalu. 23 persen diantaranya menduduki posisi teknis, meningkat 1 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk posisi pimpinan divisi mencapai 28 persen, tidak berubah dari angka tahun lalu.

Upaya yang dilakukan Apple Inc. disambut positif oleh Pendeta Jesse Jackson.

Sebelumnya pada 2014 lalu Jackson memprotes Chief Executive Apple, Tim Cook, lantaran minimnya keberagaman etnis dan gender dalam perusahaan teknologi tersebut.

“Mereka sudah menggejar ketertinggalan, mengukur perbaikan dalam tiga tahun terakhir. Mereka telah bertindak dengan niat, bukan hanya aspirasi," kata Jackson. (mlk)

Sumber: REUTERS 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.