Lagu Anak Antikorupsi dari ICW

Jika "Frekuensi Perangkap Tikus" menyasar anak muda, album "Lagu Anak Hebat" ini untuk anak-anak. Lagu-lagunya berisi ajakan agar sejak kecil mengenal nilai kejujuran, kesederhanaan dan sikap adil.

Sabtu, 16 Apr 2016 19:28 WIB

Album Lagu Anak Hebat yang dikeluarkan ICW. (Foto: KBR/ Febriana)

KBR, Yogyakarta - ”Oh sungguh senang, di sekolahku banyak mainan milik kita semua. Dipakai bersama – sama, ganti – gentian. Ayo kita jaga, habis main ayo rapihkan…”

Sebuah penggalan dari syair lagu berjudul "Mainan Bersama". Ini hanya salah satu dari 10 lagu antikorupsi dalam album "Lagu Anak Hebat" keluaran Indonesia Corruption Watch (ICW). LSM antikorupsi ini sebelumnya juga membikin kompilasi lagu antikorupsi bertajuk "Frekuensi Perangkap Tikus". Sudah dua volume atau dua kali rilis.

Jika "Frekuensi Perangkap Tikus" menyasar anak muda, album "Lagu Anak Hebat" ini untuk anak-anak. Lagu-lagunya berisi ajakan agar sejak kecil mengenal nilai kejujuran, kesederhanaan dan sikap adil.

Menurut anggota ICW Divisi Kampanye, Dewi Anggraini, musik dipilih lantaran dinilai pas menjadi media penyampai pesan dan gagasan antikorupsi kepada anak-anak di PAUD dan Taman Kanak-Kanak.

"Melalui lagu-lagu ini, kami berharap anak saat besar nanti tidak menjadi koruptor. Jadi di dalam lagu itu ada pesan sederhana supaya anak-anak taat sama guru, antri masuk kelas. Nilai - nilai seperti itu sangat perlu untuk anak sekarang," ujar Dewi saat ditemui di acara launching di Benteng Vredenburg, Sabtu (16/4).

Lagu-lagu karya Djito Kasilo ini diberikan gratis kepada 2000 anak di 10 kota yaitu Yogyakarta, Aceh, Bandung, Blitar, Jakarta, Surabaya, Blitar, Lombok, Padang dan Manado.

Bagi anak-anak yang tidak kebagian CD, lagu-lagu antikorupsi ini bisa didownload secara gratis di www.marinyanyi.com .

Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.