Steak Tempe ala Tempelicious

Anda vegetarian namun ingin mengkonsumsi daging? Atau ingin mencoba cemilan lezat tanpa kolesterol?  Bagaimana kalau mencoba tempe rasa daging? Iya, tempe, makanan khas Indonesia yang selama ini sering kita jumpai olahannya dengan cara digoreng, dibacem, disambel, atau mendoan,  kali ini ada yang mengolahnya dengan cara lain.

Dwi Kartika, mengolah tempe menjadi sajian berupa burger tempe, steak tempe, hingga sate tempe dicafe Tempelicious miliknya. Penampakan olahan tempe ini layaknya daging. Burger tempe misalnya, sengaja dipadukannya dengan nasi, karena jika memakai roti, menurut Dwi, kurang cocok. Nasi yang disajikan pun dibentuk ceper layaknya roti, seperti burger daging beneran. Sedangkan sajian steak tempe, diberi kuah lada hitam, ditemani kentang goreng dan  sayuran khas steak.

“Resep olahan tempe memakai resep bumbu rendang, balado atau kuah lada hitam. Jadi, tempenya dicelupkan ke dalam bumbu itu. Meski begitu, rasa tempenya tidak hilang, dan tak perlu diubah jadi daging, tapi ditambah dengan bumbu yang pas, jadi sedap rasanya,” ujar Dwi saat berbincang bersama KBR pada program Obrolan Ekonomi, Jum'at ( 8/1/2015).

Olahan Tempelicious yang ada di Bogor ini, tidak memakai pengawet dan segar. Dwi sudah 10 tahun menjalankan gaya hidup vegetarian, tentu ia sangat paham jika mau sehat, tentu harus menggunakan bahan-bahan yang segar. Ditunjang dengan hobinya yang suka memasak dan berjualan, membuatnya mantap untuk menjalankan bisnis ini.  

Saat memulai usaha ini pada 2013, kata Dwi, modalnya kecil tapi untungnya bisa seratus persen.  Harga tempe steak misalnya, dipatok Rp10.000-12.000, sementara burger tempe Rp8.000. Dalam sehari, Ia mengaku bisa meraup Rp600.000-Rp700.000. “Bahkan, kalau weekend bisa sampai Rp1 juta. Jadi dalam  sehari bisa untung Rp400.000-an, kalau dikalikan satu bulan bisa Rp.12 jutaan,” ujarnya.

Penggemar sajian tempe ini, menerut Dwi, tak hanya orang tua saja, tapi anak-anak muda pun suka dengan olahan yang keren ini. Ditambah lagi dengan banyaknya manfaat dan kandungan protein yang ada di dalam tempe, menjadikan olahan ini semakin digemari. 

Jika Anda ingin bermitra, boleh saja. Syaratnya, paling tidak Anda  harus punya lokasi yang strategis dan investasi. Akan dilakukan survey terlebih dulu, kalau oke,  baru siap bermitra.

“Kalau bermitra dengan kami, akan diajarkan dulu cara pemotongan tempe, cara membuatnya, resep-resepnya dan lain-lain. Pokoknya ada trainingnya dan akan kita pantau dulu, tidak langsung dilepas begitu saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada dua tipe kemitraan yang ditawarkan. Tipe pujasera dan tipe mall booth. Tipe pujasera investasinya 15 juta. Salah satu fasilitasnya selain booth, ada pula banner, peralatan, bahan baku, kulkas, seragam dan lain-lain. Sedangkan tipe mall booth, investasinya Rp.60 juta dan mendapatkan bonus resep dan bahan baku minuman.

Promosi yang dilakukan selama ini via online, seperti melalui twitter, instagram, Facebook, blog dan brosur. Kedepannya, cafe ini akan membuat tempe ala friedchiken.

Yang tertarik pengen icip-icip steak tempe dan burger tempe, sila melipir ke Gunung Putri bogor, Griya Bukit Jaya Blok O-7 no.3 atau bisa menghubungi Dwi Kartika 0813-8013-5133. Bisa juga kulik infonya  di http://www.tempeliciousindonesia.blogspot.co.id. Selain di Bogor, Tempelicious juga hadir di Klaten dan Bandung.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!