Polisi Diminta Waspadai Kelompok Teroris Surabaya dan Cilacap

Kelompok Surabaya dan Cilacap aktif melakukan aksi teror yang sama dengan kelompok yang sudah lebih dulu ditangkap Densus.

Senin, 26 Des 2016 14:33 WIB

Ilustrasi teroris. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pengamat terorisme menyarankan Mabes Polri mewaspadai jaringan kelompok teroris Surabaya dan Cilacap. Pengamat terorisme yang kini mengajar di Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar mengatakan kelompok Surabaya dan Cilacap aktif melakukan aksi teror yang sama dengan kelompok yang sudah lebih dulu ditangkap Densus.

Ia memprediksi dua kelompok ini akan terus melakukan aksi teror hingga awal tahun depan.

"Yang sudah dilakukan oleh Densus 88 di Indonesia itu sudah berhasil menangkap 8 titik dari 9 titik kelompok-kelompok teroris yang ada di Indonesia dari misalnya kelompok Tanggerang Selatan, kemudian Kelompok Bekasi, Kemlompok Cirebon Majalengka, Kelompok Solo, Kelompok Deli Serdang, Kelompok Sumatera Barat atau Payakumbuh, kemudian kelompk Batam. Tetapi ada satu kelompok lagi yang memang kelihatannya belum ditangkap, mungkin sudah terdeteksi tetapi belum dilakukan penangkapan yaitu kelompok Surabaya atau Cilacap," ujarnya saat dihubungi KBR.

Al Chaidar yang pernah menjadi anggota Negara Islam Indonesia NII itu menyebut Pulau Bali masih menjadi target utama kelompok teroris Surabaya dan Cilacap. Al Chaidar mengatakan kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat banyak sel teror di Indonesia yang berafiliasi langsung dengan Bahrun Naim, yang kini menjadi tokoh ISIS di Suriah.

"Kelompok ini memiliki titik hubung di Surabaya, mereka umumnya akan menyerang Bali. Tetapi saya belum tahu apakah akan dilakukan pada malam tahun baru ini atau tidak. Tetapi kelihatannya memang Polisi sudah memiliki data soal itu," ucapnya.

Al Chaidar mengatakan sedikitnya ada sekitar 400 orang lagi terduga teroris yang berada di Indonesia yang tinggal menunggu instruksi Bahrun Naim untuk melakukan aksi teror. Jumlah tersebut sudah jauh berkurang karena ada sekitar 800an orang yang ditangkap polisi sejak 2013 lalu.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Vaksinasi Ulang Difteri, Kemenkes Prioritaskan Daerah Lokasi Asian Games

  • 3 Warga Situbondo Terjangkit Difteri
  • Pengungsi Banjir Aceh Utara Krisis Obat-obatan
  • Pemprov Jakarta Akan keluarkan Pergub Untuk Tanggul Jakarta

Indonesia kini juga menjadi role model dalam hal pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak