Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah

"Mestinya DPD ini memberikan dukungan kalau kita mau bangun daerah-daerah. Jangan kita membangun Trans Papua malah ada dari DPD yang menanyakan untuk apa itu?"

Jumat, 17 Nov 2017 18:31 WIB

Ilustrasi: pembangunan kawasan jalan tol seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia yang masih dalam proses pembebasan lahan, Medan, Sumatra Utara, Kamis (9/11). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendukung upaya pemerintah membangun daerah. Jokowi mengatakan, pemerintah tengah gencar membangun infrastruktur di berbagai daerah tidak hanya di Jawa. Contohnya, pembangunan jalan trans Sumatera, trans-Kalimantan dan trans-Papua terus dikebut untuk mengikis ketimpangan infrastruktur antara Jawa dengan luar Jawa.

Jokowi menekankan ketersediaan infrastruktur sangat fundamental untuk kemajuan bangsa.

"Ada yang menyampaikan kepada saya, Presiden Jokowi apakah ada jaminan, pembangunan Trans Papua akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Papua? Ini kan kayak telur sama ayam. Dibangun dulu jalannya, kemudian ekonominya tumbuh atau kita menunggu tumbuhnya ekonomi baru kita membangun jalan? Tentu saja mestinya DPD ini memberikan dukungan kalau kita mau bangun daerah-daerah. Jangan kita membangun Trans Papua malah ada dari DPD yang menanyakan untuk apa itu?" Kata Jokowi saat menghadiri sarasehan DPD RI di Gedung Nusantara IV, kompleks Parlemen, Jumat (17/11/2017).

Jokowi menambahkan, upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah adalah mengurangi kemiskinan. Kata dia, tahun depan akan diluncurkan program padat karya dengan dana desa. Warga desa akan diberi upah harian atau mingguan untuk mengerjakan infrastruktur di desanya.

"Nantinya dana desa di Kementerian PU, Perhubungan, KKP, akan disiapkan skema-skema padat karya cash, sehingga rakyat bekerja di sana, dibayar harian atau maksimal mingguan dan kita harapkan peredaran uang itu makin merata, dan cash yang diberikan rakyat semakin hari semakin banyak," ujar dia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.