Ilustrasi. (Foto: KBR/ Ridlo)


KBR, Banyumas – Komunitas film Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, Jawa Tengah bersama komunitas Gusdurian bakal menggelar roadshow untuk mengampanyekan toleransi ke sekolah-sekolah di Banyumas. Caranya, menurut Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono, melalui pemutaran video dan film bertema toleransi.

Dia pun menjelaskan, salah satu video kampanye tersebut baru saja diluncurkan Rabu (16/11/2016) tiga hari lalu di jejaring kanal video dan sosial media.

Video itu berisi pernyataan dari sejumlah anak muda mulai dari pelajar hingga santri sebuah pesantren dalam memaknai toleransi. Alasan memilih media video, menurut Bowo lantaran kampanye ini menyasar kelompok muda. Video dianggap sebagai medium yang lebih lugas dalam menyampaikan pesan.

"Itu kampanye moral ya. Harus banyak menyasar khalayak, terutama anak muda. Bahwa sekarang sudah tidak lagi saatnya, tidak lagi bisa mengeluarkan statement dan menanggapi (ujaran kebencian) dalam situasi yang kini ada. Jadi harus bisa pelan-pelan mendinginkan suasana. Jadi, kalau kita terbawa arus, malah repot," jelas Bowo Leksono di Banyumas, Sabtu (19/11/2016).

Baca: Saling Menguatkan, Gusdurian Gelar Nonton Bareng Film "The Imam and Teh Pastor"

Rencananya, pekan depan tim kampanye toleransi itu akan mulai berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain. Pondok pesantren, termasuk dalam agenda lokasi pemutaran film. Tak hanya menonton film dan video, diskusi juga akan digelar setelah pemutaran.

Dia menambahkan selain video kampanye toleransi, film tentang jihad dalam pandangan moderat juga akan diputar. Hal ini menurutnya untuk mencegah pemahaman versi jihad yang berujung pada tindak kekerasan hingga penghilangan nyawa.

Baca: Cirebon Deklarasikan Kebhinekaan dan Malang Apel Kebhinekaan

Lebih lanjut Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono berpendapat, mengingat perkembangan situasi saat ini, sikap toleran sudah selayaknya ditanamkan sejak dini. Pada usia remaja, pemahaman akan nilai-nilai toleransi menurutnya lebih mudah dilakukan.

Baca: Melawan Stigma PKI Lewat Film




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!