Ilustrasi simbol bunga poppy mengenang perang dunia I di Inggris. (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Asosiasi Sepakbola Dunia FIFA membuka proses penyelidikan disiplin terhadap tim sepakbola nasional Inggris dan Skotlandia.

Keputusan itu dilakukan setelah dua timnas itu mengabaikan larangan dari FIFA untuk tidak mengenakan simbol bunga poppy di ajang babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Pertandingan penyisihan grup di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 pada 12 November lalu mempertemukan timnas Inggris melawan Skotlandia di Stadion Wembley, London. Pertandingan dimenangkan Inggris dengan skor 3-0.

Selama pertandingan para pemain dari dua tim mengenakan pita hitam bergambar kelopak bunga poppy berwarna merah. Bunga poppy biasanya dikenakan setiap 11 November untuk memperingati para tentara yang tewas dalam peperangan di ladang poppy selama Perang Dunia I. Tanggal 11 November diperingati sebagai hari Hari Gencatan Senjata, dimana diteken perjanjian pasca Perang Dunia I antara negara-negara sekutu dengan Jerman.

"Kami memastkan proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran disiplin dibuka terkait masalah ini. Tolong dipahami, kami belum bisa berkomentar untuk saat ini atau berspekulasimengenai hasilnya nanti maupun berapa lama waktu yang dibutuhkan," begitu pernyataan juru bicara FIFA yang dikutip media-media di Inggris.

Aturan FIFA melarang para pemain mengenakan simbol atau pernyataan berbau politik di lapangan bola. Sedangkan berdasarkan aturan dari Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB), dimana empat asosiasi sepakbola di Inggris menjadi anggota, menyatakan para pemain tidak boleh mengenakan gambar atau tulisan atau slogan yang terkait politik, keagamaan atau pribadi.

Penggunaan simbol bunga poppy pada pertandingan antara Inggris melawan Skotlandia, merupakan pelanggaran kedua oleh Inggris, setelah sebelumnya timnas itu juga mengenakan ban hitam serupa pada saat pertandingan persahabatan Inggris melawan Spanyol pada 12 November 2011.

Di tahun itu, Skotlandia juga mengenakan gambar bunga poppy saat pertandingan melawan Cyprus.

Presiden Asosiasi Sepakbola Inggris FA Martin Glenn mengatakan para pemain mengenakan simbol bunga poppy di pertandingan sebagai titik prinsip. Bahkan FA akan melawan jika dikenai hukuman. Sementara Asosiasi Sepakbola Skotlandia juga menyatakan siap menghadapi sanksi apapun dari FIFA.

Sikap FIFA

Belum diketahui apakah FIFA akan menjatuhkan sanksi atau tidak untuk pelanggaran kali ini.
Sejauh ini FIFA menyatakan akan menerapkan aturan dengan tegas.

"Inggris bukan satu-satunya negara yang terdampak dan menderita akibat perang," kata Sekjen FIFA Fatma Samoura kepada BBC.

Beberapa media memberitakan, kemungkinan sanksi adalah denda. Namun, sanksi paling berat bagi timnas Inggris dan Skotlandia diperkirakan berupa pengurangan poin pada babak penyisihan grup kualifikasi Piala Dunia 2018.

Di Grup F, saat ini Inggris berada di puncak dengan 10 poin, sedangkan Skotlandia berada di peringkat lima dengan empat poin.

Sebelumnya FIFA juga membuka penyelidikan pelanggaran disiplin terhadap timnas Republik Irlandia terkait penggunaan logo mengenang seabad pemberontakan kelompok bersenjata Easter Rising pada 1916 yang kemudian memerdekakan Irlandia dari Kerajaan Inggris.

Beberapa saat lalu Asosiasi Sepakbola Wales (FAW) menyebutkan, FIFA menolak permintaan timnas Wales untuk mengenakan simbol bunga poppy di kostum mereka atau di lengan. Alhasil, timnas Wales hanya mengenakan pita hitam polos di lengan. (BBC/Soccerway) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!