Gerindra: Elektabilitas Jokowi Termasuk Rendah

"Artinya angka 38 persen itu rendah dan masyarakat menginginkan pemimpin baru," ujar kata Fadli Zon.

Jumat, 06 Okt 2017 15:56 WIB

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. (Foto: www.dpr.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai tingkat elektabilitas Presiden Joko Widodo dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan angka 38,9 persen untuk Pemilihan Presiden 2019 termasuk rendah. 

Menurut Fadli, survei tersebut menunjukkan masyarakat ingin kepimpinan baru dalam menjalankan Pemerintahan.

Fadli menilai elektabilitas Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 dengan angka 12 persen menunjukkan masyarakat menaruh harapan besar untuknya. Angka tersebut diraih pada saat Prabowo belum melakukan kampanye secara masif ke berbagai daerah.

"Kami dalam hal ini Gerindra tentu akan mendukung Prabowo. Saya melihat dalam keadaan Pak Prabowo relatif tidak banyak berkeliling untuk kampanye, itu angkanya masuk dalam dua besar. Artinya harapan masyarakat untuk beliau masih tinggi," ujar Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (6/10/2017).

Fadli mengatakan, Jokowi sebagai petahana seharusnya bisa mempunyai elektabilitas di atas 50 persen. Ia membandingkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mempunyai elektabilitas 70 persen dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dengan elektabilitas 80 persen.

"Artinya angka 38 persen itu rendah dan masyarakat menginginkan pemimpin baru," ujarnya.

Namun kata Fadli, survei tentang elektabilitas tidak bisa dijadikan pegangan saat pemilihan umum. Ia mencontohkan, elektabilitas Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017 lebih rendah dari calon lain tapi tetap bisa menang.

"Pada waktu Pilkada DKI yang diunggulkan siapa, yang menang siapa. Jadi menurut saya survei tersebut hanya indikator tapi tidak jadi kenyataan," ujar Fadli.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi