Kisruh Rumah Ibadah, Walikota Jaksel Persilakan Jemaat GBKP Ibadah di Kantor Kecamatan

"Hasilnya keputusan Gubernur. Jadi sementara ini dihentikan dulu, dipindah ke kecamatan, sambil mencari lokasi lain,"

Senin, 03 Okt 2016 21:06 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) diminta beribadah sementara di kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pemerintah Kota Jakarta Selatan melarang mereka beribadah di Gereja mereka di daerah Tanjung Barat Lama, Jagakarsa. Walikota  Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mengatakan tempat ibadah sementara akan disediakan di kantor Kecamatan Pasar Minggu. 

Pembangunan Gereja  GBKP  diprotes sebagian warga Tanjung Barat Lama, karena dinilai tak berizin. Menurut Tri, saat ini warga masih tetap menolak kehadiran mereka. Mengantisipasi itu, pemerintah tengah mencari lokasi baru di sekitar Pasar  Minggu, jika memang lokasi gereja yang sekarang tetap tidak bisa digunakan.

"Hasilnya keputusan Gubernur. Jadi sementara ini dihentikan dulu, dipindah ke kecamatan, sambil mencari lokasi lain," ujar Walikota  Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, Senin (03/09) .

Meski begitu, pihak gereja tetap dipersilakan mengurus izin pendirian rumah ibadah kepada pejabat setempat.

"Tidak boleh dijadikan tempat ibadah, sepanjang izinnya sudah diurus. Itu tergantung, bisa dipenuhi tidak tuh syaratnya," katanya.

Walikota  Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mengklaim gereja menyetujui ibadah sementara di kantor Kecamatan.


Hari ini, pemerintah kota Jakarta Selatan melakukan mediasi dengan warga,  gereja dan pemerintah provinsi DKI. Hasilnya, kantor kecamatan akan menjadi tempat ibadah sementara para jemaah. Kata Tri sebanyak 500 warga sudah menyampaikan pernyataan tertulisnya menolak ibadah di gereja tak berizin tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pria Pembawa Senjata Tajam di Polda Ternyata Sakit Jiwa

  • Kelanjutan Relokasi Tiga Gereja di Bogor, Pemkot dan FKUB Tunggu Kesanggupan Pihak Perumahan
  • Filipina Teliti Video Kelompok Maute Eksekusi Warga Sipil
  • Facebook Bakal Siarkan Pertandingan Liga Champions Eropa Musim Depan

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?