Es Ditemukan di Permukaan Bulan

Temuan es di permukaan bulan itu bisa digunakan untuk sumber daya baik itu air minum ataupun diubah menjadi oksigen, guna menyokong misi manusia ke Bulan.

Senin, 27 Agus 2018 18:09 WIB

Ilustrasi.

KBR, Jakarta - Para ilmuwan menyatakan telah mengantongi bukti pasti mengenai es di permukaan Bulan. Ini menyusul ditemukannya endapan es di kutub utara dan selatan bulan. Dan menurut para ilmuwan tersebut, endapan itu kemungkinan berasal dari zaman purba.

Temuan itu didapat dari suatu alat pada pesawat ruang angkasa Chandrayaan-1 India yang mengeksplorasi Bulan antara 2008 dan 2009.  Rincian temuan telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences (PNAS). Menurut ilmuwan, distribusi endapan es tidak merata. Di kutub selatan bulan, sebagian besar es terkonsentrasi di kawah. Sedangkan di kutub utara, es lebih jarang dan lebih tersebar luas.

Moon Mineralogy Mapper (M3) di Chandrayaan mengidentifikasi tiga tanda khusus es di permukaan Bulan. M3 tidak hanya mengambil sifat reflektif yang diharapkan terdapat pada es, tetapi juga mampu mengukur secara langsung bagaimana molekulnya menyerap cahaya inframerah. Yang berarti, bisa membedakan antara air cair, uap, dan es padat.

Suhu di Bulan bisa mencapai 100 C yang mampu membakar pada siang hari. Hal ini merupakan kondisi yang tidak baik bagi kelangsungan permukaan es di Bulan. Tetapi karena kemiringan Bulan pada porosnya sekitar 1,54 derajat maka beberapa tempat di kutub lunar itu ada yang tidak pernah merasakan siang hari.

Para ilmuwan pun memperkirakan, suhu di kawah bayangan permanen di kutub Bulan tidak naik di atas -157C (-250F). Kondisi ini akan menciptakan lingkungan di mana endapan es-air bisa tetap stabil untuk waktu yang lama.

Temuan ini mendukung deteksi tidak langsung sebelumnya tentang permukaan es di kutub selatan Bulan. Namun, hasil tersebut berpotensi dijelaskan oleh fenomena lain, seperti tanah bulan yang sangat reflektif. Jika terdapat beberapa milimeter es di permukaan, mungkin air dapat digunakan pada masa depan sebagai sumber daya untuk misi manusia ke Bulan.

Keberadaan es itu berpotensi diubah menjadi air minum bagi penghuni pangkalan Bulan. Atau, bisa saja "dipecah" menjadi hidrogen dan oksigen untuk bahan bakar roket. Bukan hanya itu, oksigen itu juga bisa digunakan astronot untuk bernapas.

Permukaan es juga ditemukan di badan Tata Surya lainnya, seperti di kutub utara planet Merkurius dan di planet kerdil Ceres.



Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".