Gabung ISIS, Dosen Unsoed Purwokerto Meninggal di Suriah

"Informasi dari rekannya, meninggal. Di sana, di Suriah. Kenapa itu. Ya tidak tahu, kenapa itu."

Rabu, 23 Agus 2017 09:27 WIB

Rektor Unsoed, Muhammad Iqbal. (Foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Purwokerto– Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat (FIKES) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Iskandar Sobrie yang bergabung dengan Islamic State Iraq Syiria (ISIS) dikabarkan meninggal di Suriah.  Rektor Unsoed, Muhammad Iqbal mengatakan informasi itu didapatnya dari rekan sesama dosen yang menurut dia mendapat informasi valid.

Iqbal enggan  menjelaskan penyebab dan kapan waktu pasti meninggalnya Sobrie di Suriah. Kata  dia, sejak berangkat ke Suriah pada akhir 2015 lalu, Iskandar Sobrie tak lagi kembali ke tanah air.
 
Iqbal  mengatakan, sejak ada dosen yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, kampus mengintensifkan pantauan, baik terhadap mahasiswa maupun dosen supaya tak ada yang terpapar paham radikal.
 
Pasca-keberangkatan Sobrie ke Suriah, menurut Iqbal, tak ada lagi dosen atau mahasiswa yang terindikasi bergabung dengan kelompok radikal. Iqbal mengatakan pemantauan  bekerjasama dengan kepolisian.
 
“Benar, dulu ada dosen yang meninggal ke luar negeri. Yang ISIS itu. Tapi kabarnya, informasi dari rekannya, meninggal. Di sana, di Suriah. Kenapa itu. Ya tidak tahu, kenapa itu. Yang jelas, salah satu dosen kita dari FIKES, ada yang pergi ke Suriah, tetapi tidak kembali. Ya kalau ada (terindikasi radikal) kita laporkan. Saya belum mendapat informasi. Kalau ada kita laporkan kepada yang berwajib,” kata Rektor Unsoed, Muhammad Iqbal, Selasa (22/8/2017).
 
Lebih lanjut Iqbal juga menyatakan hingga hari ini tak ada satu pun dosen yang terindikasi bergabung dengan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah. Ia  menegaskan,  dosen tak boleh mengikuti kelompok radikal, apalagi yang telah dilarang atau dibubarkan pemerintah.
 
Untuk mengantisipasi paham radikal disusupkan kepada mahasiswa, Iqbal berujar dosen diwajibkan mengingatkan bahaya radikalisme, setidaknya 5 menit, dalam tiap mata kuliah yang diampu. Hal itu, menurut dia sudah menjadi komitmen seluruh pengajar di Unsoed.

Seperti diberitakan KBR pada Januari 2016 lalu, Dosen FIKES Unsoed, Iskandar Sobrie diketahui berangkat ke Suriah yang lantas  disusul oleh istri dan anaknya. Sebelum itu, Sobrie tak lagi aktif mengajar sejak Juli 2014.
 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok