Sebagian Ruas Tol Trans Sumatera Ditargetkan Beroperasi 2018

Selain ruas selatan Bakauheuni-Palembang, jalur tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer juga ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.

Selasa, 25 Jul 2017 22:50 WIB

Kondisi ruas jalan tol Trans Sumatera di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. (Foto: pu.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Sejumlah ruas tol Trans Sumatera ditargetkan beroperasi tahun 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini pengerjaan ruas-ruas tol sepanjang 2.818 kilometer itu masih terus dikerjakan oleh perusahaan kontraktor BUMN, PT Hutama Karya.

Basuki mengatakan kontraktor kini tengah mengebut pengerjaan ruas Bakauheuni-Terbanggi Besar (Lampung Selatan) untuk mempersiapkan gelaran Asian Games 2018.

"Bakauheuni-Terbanggi Besar sampai Palembang akan kita selesaikan untuk menunjang Asian Games Agustus 2018. Ruas ini diharapkan selesai sebelum Agustus 2018," kata Basuki di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Selain ruas selatan Bakauheuni-Palembang, Basuki menambahkan, jalur tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer juga ditargetkan mulai beroperasi tahun depan.

Pembangunan tol Pekanbaru-Dumai sempat terkendala kondisi geografis yang lebih sulit, namun Basuki memastikan saat ini semua kendala itu sudah teratasi.

Untuk jalur Bakauheuni-Palembang dari 140 kilometer saat ini sudah selesai 35 persen. Pengerjaannya murni dilakukan PT Hutama Karya. Namun untuk jalur lain, kata Basuki, perlu bantuan dari tempat lain seperti pemenang tender ruas tol di Jawa yang juga sepakat membantu pembangunan sejumlah ruas tol Trans Sumatera.

"Ada yang dibantu pemenang tender Serang-Panimban. Nanti 185 kilometer juga dibantu pemenang tender Batang-Semarang," tambah Basuki.

Ia mengatakan BUMN Hutama Karya masih menjadi satu-satunya pemegang proyek tol Trans Sumatera. Namun tidak menutup kemungkinan jika ke depannya BUMN itu akan bekerjasama dengan pihak lain, termasuk swasta.

Proyek tol Trans Sumatera sebenarnya sudah sejak lama ditawarkan ke pihak swasta. Namun menurut Basuki pihak swasta kurang tertarik.

"Tender beberapa kali enggak ada yang tertarik. Untuk Tol Trans Sumatera ini memang nilai pengembaliannya (Internal Rate of Return/IRR) rendah," kata Basuki.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

KPA kritik pelibatan TNI Dalam Pengukuran Lahan

  • Pemkab Nunukan Wajibkan Pemilik Ikuti Program Kehamilan
  • 10 Pelaut Amerika Hilang
  • MU Akan Rekrut Ibra Lagi

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR