Jokowi: Hubungan dengan PAN Baik-Baik Saja

"Saya tahunya seluruh partai pendukung itu kita undang," kata Jokowi.

Rabu, 26 Jul 2017 14:51 WIB

Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7/2017). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan hubungan pemerintah dengan Partai Amanat Nasional (PAN) tetap baik kendati partai itu sering berseberangan dengan pemerintah.

Terkait ketidakhadiran PAN dalam pertemuan di Istana, pada Senin (24/7) lalu, Jokowi memastikan seluruh partai pendukung pemerintah diundang hadir.

Jokowi menampik adanya pembicaraan tentang perombakan kabinet (reshuffle) dalam pertemuan tertutup itu.

"Saya tahunya seluruh partai pendukung itu kita undang. Ya, bisa saja ada yang undangannya nggak sampai, ada yang sampai tapi nggak hadir. Macam-macam. Tapi nggak ngerti, itu kan teknis. Mungkin di Menteri Sekretaris Negara atau di ketua kelasnya," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (26/7/2017).

Posisi PAN di koalisi pemerintah mulai ramai dibahas lantaran sikap PAN yang kerap berseberangan. Diantaranya PAN turut dalam barisan partai yang walkout dalam sidang paripurna pengesahan RUU Pemilu pekan lalu. Sebelumnya, PAN juga menentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Senin (24/7/2017) lalu sejumlah pejabat partai koalisi pendukung pemerintah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana. PAN disebut tidak hadir dan tidak menerima undangan.

"Apakah PAN diundang atau tidak, saya tidak tahu. Tapi yang pasti salah satu topik bahasannya adalah soal Perppu Nomor 1 tahun 2017 tentang Keterbukaan Informasi Perpajakan," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (25/7/2017).

Perppu itu sudah disetujui Komisi XI DPR untuk dibawa ke sidang paripurna.

Terserah Presiden

Partai Amanat Nasional (PAN) menyerahkan keputusan kepada Presiden Joko Widodo mengenai posisi kadernya di Kabinet Kerja.

Hal itu terkait desakan sejumlah pihak agar kader PAN yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mundur dari jabatannya. Desakan juga datang dari Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais.

"Saya sudah membaca dan melihat berita tersebut secara online, tapi saya kira secara formal yang namanya meminta tetap atau tidak di kabinet itu kembali pada Presiden sendiri. Saya pikir ini juga jadi bagian masukan buat Presiden dan terserah, karena ketika PAN bergabung juga sebenarnya untuk mendukung pemerintah," kata Hanafi di Gedung DPR, Senin (24/7/2017).

Pernyataan agar Abnur mundur kabinet disampaikan Amien Rais usai menghadiri halalbihalal di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Minggu (23/7/2017).

Menurut Hanafi, sudah ada pembicaraan antara Amien dan Asman. "Saya tidak tahu secara detail tapi secara umum saya kira sudah ada pembicaraan," kata Hanafi.

Hanafi mengatakan, PAN siap dikeluarkan dari Kabinet Kerja Presiden Jokowi karena berbenda pandangan dalam beberapa isu, salah satunya Undang-undang Pemilu. PAN akan menghormati apapun keputusan Jokowi.

"Pasti presiden punya solusi sendiri. Apapun keputusan presiden kita menghormati," kata Dia.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu