Polisi Segera Cocokkan Sketsa Wajah Terduga Penyerang Novel Baswedan ke Saksi

Polda Metro Jaya masih memeriksa saksi yang katanya melihat penyerang Novel. Nantinya sketsa itu akan ditunjukkan pada saksi itu untuk memastikan kebenarannya.

Kamis, 29 Jun 2017 17:10 WIB

Masyarakat menggelar aksi teatrikal sebagai solidaritas untuk penyidik KPK Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6/2017). Aksi itu bertepatan dengan ulang tahun ke-40 Novel Baswedan. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengklaim telah memiliki sketsa wajah orang yang diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Juru bicara Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan sketsa itu akan segera dicocokkan dengan para saksi. Argo mengatakan, pemeriksaan saksi sempat terhenti karena hari raya Lebaran. Namun, setelah masa Lebaran selesai, pemeriksaan akan dilanjutkan sesuai kesediaan saksi.

"Itu akan didalami dulu, apakah benar begitu. Sketsa pun akan kami periksa dulu, kami buat jelas, apakah betul dia. Nanti kami konfrontir dengan yang lain. Misalnya, kita sudah menemukan ada saksi yang menurut dia itu pelakunya, kita konfrontir betul atau tidak orang yang dimaksud itu," kata Argo kepada KBR, Kamis (29/6/2017).

Argo mengatakan, polisi kini masih memeriksa saksi yang katanya melihat penyerang Novel. Nantinya sketsa itu akan ditunjukkan pada saksi itu untuk memastikan kebenarannya.

Baca juga:


Tim khusus Koalisi Penyelamat KPK

Koalisi Penyelamat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga membentuk tim khusus untuk membantu menyelidiki kasus penyerangan Novel.

Ketua Tim Khusus, Haris Azhar mengatakan tim sudah memiliki beberapa informasi terkait penyerangan Novel Baswedan. Hanya saja ia masih enggan menyampaikan ke publik. Informasi itu, kata Haris, akan dikoordinasikan dulu dengan polisi yang hingga saat ini belum bisa dihubungi.

"Polisinya aja menutup diri, kita mau koordinasi dengan siapa? Harusnya mereka yang melakukan. Kita kan mendesak kasus ini cepat segera ditangani, karena kita yakin ada petunjuk, bukti dan lainnya," kata Haris Azhar saat dihubungi KBR, Rabu (28/6/2017).

Haris menjelaskan apa yang dilakukan tim khusus Koalisi Penyelamat KPK adalah pengumpulan informsai dan data baik yang sudah ada maupun dari para saksi lain, serta melakukan perbandingan data mereka dengan data yang dimiliki polisi. Selain itu tim juga mencoba melakukan rekonstruksi awal sejak kasus ini terjadi untuk mencari petunjuk lain.

"Kami kumpulkan informasi, merekontruksi dari atas sampai bawah. Semua sudah kami lakukan. Termasuk petunjuk soal sidik jari yang hilang itu, kami sudah lakukan itu. Ya petunjuk sementara, hasil yang kami dapatkan menyerupai apa yang sudah disampaikan Novel," kata Haris.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.