ISIS Serbu Marawi, Polisi Tangkap Terduga Pemberi Dana bagi DPO Filipina

"4 orang diantaranya adalah YP, AS, Y dan AIE, yang sebelumnya kita rilis karena menjadi DPO otoritas Filipina,"

Rabu, 07 Jun 2017 21:10 WIB

KBR, Jakarta- Densus 88 menangkap 1 orang terduga teroris di Gunung Kidul, Yogyakarta pada Selasa (06/06). Juru bicara Polri  Martinus Sitompul, mengatakan terduga  berinisial RS (34)  ditangkap karena terkait  pembiayaan dan fasilitas kepada 4 orang DPO untuk berangkat ke Filipina.

"Fasilitas yang diberikan itu berupa uang dan informasi kepada mereka (4 DPO) sebanyak 2 kali. 4 orang diantaranya adalah YP, AS, Y dan AIE, yang sebelumnya kita rilis karena menjadi DPO otoritas Filipina," ujar Juru bicara Polri  Martinus Sitompul, Rabu (06/07).

Martinus mengatakan  RS telah mengirim uang sebanyak 7500 USD atau setara dengan sekitar 100 juta Rupiah pada awal Februari lalu. Kata dia, hingga saat ini kepolisian setempat masih menyelidiki lebih lanjut keterkaitan RS dengan para terduga lainnya.

"Iya kan masih ada 7 hari untuk memeriksanya. Kita masih selidiki dulu," ujar Martinus.

Selain menyelidiki keterkaitan RS dengan terduga teroris lain, kepolisian juga sedang menyelidiki   asal  dana  untuk membiayai ke empat orang tersebut menuju Filipina. 


Sebelumnya pemerintah Filipina mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus terorisme penyerbuan kota Marawi oleh kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS. Dari daftar itu sebanyak 4 orang merupakan warga Indonesia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR