Banyak OTT KPK, Jokowi Soroti Lemahnya Kinerja Inspektorat Pemerintah

Tjahjo mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar kinerja inspektorat ditingkatkan.

Jumat, 23 Jun 2017 16:06 WIB

Aparat kepolisian mengawal penyidik KPK ketika memeriksa ruangan di kantor Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti di Bengkulu, Rabu (21/6/2017). (Foto: ANTARA/David Muharmansyah)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta agar kinerja lembaga inspektorat atau pengawasan di lembaga pemerintahan baik pusat maupun daerah ditingkatkan.

Permintaan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengutip Presiden Joko Widodo yang menanggapi banyaknya kasus korupsi dan suap di daerah, termasuk banyaknya pejabat yang terkena operasi tangkap tangan oleh KOmisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pejabat terakhir yang terkena operasi tangkap tangan KPK adalah Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya. Ridwan Mukti tertangkap tangan menerima suap Rp1 miliar dari pengusaha yang memenangkan tender proyek jalan. Ridwan Mukti bahkan mendapat komitmen dari pengusaha itu untuk mendapatkan suap Rp4,7 miliar dari dua proyek.

Tjahjo mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar kinerja inspektorat ditingkatkan.

"Arahan Bapak Presiden, kerja inspektorat harus ditingkatkan. Masa sih urusan lima juta harus KPK? Urusan jual beli jabatan, masalah pengadaan barang, lalu apa fungsi inspektorat daerah? Termasuk apa fungsi kejaksaan dan kepolisian? Dengan indikasi KPK masuk ke wilayah itu, berarti nggak jalan. Padahal membangun pemerintahan yang bersih, berwibawa, itu perlu," kata Tjahjo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Tjahjo mengapresiasi keseriusan KPK memberantas korupsi di daerah di saat kinerja inspektorat mandul. Tjahjo mengatakan KPK perlu memberikan terapi kejut bagi para pejabat di daerah agar menjauh dari korupsi.

"KPK rajin ya, setidaknya dengan OTT. Semakin banyak yang kena itu jangan dicurigai. KPK melampaui kewenangan? Tidak. Justru itu untuk memberikan shock therapy," ujar dia.

Terkait penetapan status tersangka terhadap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Tjahjo menyatakan telah mengukuhkan Rohidin Mersyah sebagai pelaksana tugas (plt) Gubernur Bengkulu.

"Pak Gubernur sudah ditahan, dia sudah tidak bisa tugas sehari-hari, maka segera ditunjuk wakil gubernur sebagai pelaksana tugas, supaya bisa mengambil alih semua masalah yang ada," tutur politikus PDI Perjuangan ini.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau