Antisipasi Puncak Arus Mudik, Pintu Tol Cikarang Utama akan Ditutup

PT Jasa Marga memperkirakan pada puncak arus mudik nanti terjadi kenaikan kendaraan di tol Jakarta-Cikampek sebesar 2,5 persen dibanding puncak arus mudik 2016.

Rabu, 07 Jun 2017 10:28 WIB

Ilustrasi. Gerbang tol Cikarang Utama. (Foto: Badan Pengatur Jalan Tol/bpjt.pu.go.id)


KBR, Jakarta - Puncak arus mudik di ruas tol Jakarta-Cikampek diperkirakan terjadi pada Jumat, 23 Juni 2017 atau dua hari sebelum lebaran (H-2).

"Jalan tol Jakarta-Cikampek yang mengarah ke timur, kami punya gerbang tol barrier, gerbang tol Cikarang Utama. Semua arus mudik yang mengarah ke timur, arus mudik pasti melewati itu. Kami prediksi arus puncak terjadi pada H-2, 23 Juni pada hari Jumat, dengan jumlah 120 ribu kendaraan," kata Juru bicara PT Jasa Marga Dwimawan Heru kepada KBR, Selasa (6/6/2017).

PT Jasa Marga memperkirakan pada puncak arus mudik nanti terjadi kenaikan kendaraan di tol Jakarta-Cikampek sebesar 2,5 persen dibanding puncak arus mudik 2016.

"Naiknya hanya sekitar 2,5 persen dari puncak mudik tahun lalu. Tetapi kalau kenaikan dari lalu lintas normal, itu sekitar 36 persen," tambah Dwimawan.

Untuk mengantisipasi kepadatan di tol, khususnya di gardu pembayaran, PT Jasa Marga menyiapkan tambahan loket pembayaran, supaya mempercepat arus keluar dari Jakarta menuju ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dwimawan Heru mengatakan gardu pembayaran akan ditambah menjadi 20 gardu dari 13 gardu yang sekarang ini ada.

Selain itu, untuk mengantipasi kemacetan lalu lintas karena tingginya kendaraan yang melintas, PT Jasa Marga akan menutup pintu tol Cikarang Utama.

"Kami tutup pintu tol Cikarang Utama, kami alihkan ke dua kilometer sebelum Cikarang Utama, yaitu kami alihkan keluar ke Cikarang Barat. Dari Cikarang Barat nanti masuk lagi ke Cikarang Barat 4, tidak ada tambahan biaya lagi. Jadi, ikuti rambu-rambu nanti ada yang mengarahkan di lapangan," kata Dwimawan.



Selain itu, Jasa Marga juga akan membuka akses jalan tol Pemalang-Weleri. Meski pembangunan belum selesai 100 persen, jalur tersebut bisa digunakan untuk kendaraan kecil yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, pengunaan jalur tersebut tetap berdasarkan keputusan diskresi kepolisian wilayah setempat yang akan mengatur dan merekayasa lalu lintas.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kemenhub Imbau Truk Barang Mulai Operasi 3 Juli

  • H+4 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Padat Penumpang
  • Bayi Simpanse Korban Penyelundupan Mati
  • Ronaldo Punya Anak Kembar

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?