Kemenhub: Kuota Mudik Gratis Kapal Roro Masih Banyak

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menjelaskan, kapal roro rute Jakarta-Semarang masih tersisa dekitar 70% kuota. Sementara rute ke Lampung dan Surabaya belum terisi setengahnya.

Rabu, 30 Mei 2018 15:56 WIB

Ilustrasi: Calon pemudik menaiki kapal. (Foto: KBR/ Adhima)

KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih memiliki kuota mudik gratis dengan 3 Kapal Roro bagi pemudik dari Jakarta. Rute tiga Kapal Roro ini adalah dari Jakarta ke Lampung, Semarang, atau Surabaya. Kapal Roro masing-masing bisa menampung 3.000 penumpang dan 1.500 motor.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyatakan pendaftaran masih dibuka hingga 13 Juni 2018.

"Saya masih punya dari Jakarta ke Panjang Lampung, Jakarta ke Semarang, Jakarta ke Surabaya," ujarnya kepada KBR, Selasa (29/5/2018).

"Yang sudah cukup tinggi okupansinya itu Jakarta ke Semarang, tapi masih bisa juga kalau masyarakat mendaftar. Tanggal 13 mungkin terakhir pendaftaran," tambahnya.

Dia menjelaskan, rute Jakarta-Semarang sudah terisi 70% sementara ke Lampung dan Surabaya belum terisi setengahnya.

Baca juga:

Pendaftaran itu bisa dilakukan online melalui situs mudikgratis.dephub.go.id atau mendaftar langsung di Kementerian Perhubungan atau kantor cabang PT. Atosim Lampung di Bandar Lampung, Semarang, dan Surabaya.

Sebanyak 62 BUMN juga menyelenggarakan mudik gratis pada lebaran tahun ini. PT ASDP Indonesia Ferry menggelar mudik gratis ke Indonesia Timur dengan tujuan ke Ambon, Ternate, dan Bau-bau. Pendaftaran akan dibuka pekan depan di kantor ASDP cabang Ternate, Ambon, dan sejumlah pelabuhan.

Sementara PT Pelindo menyediakan 4.750 kursi untuk 11 rute mudik jalur darat di Sumatera. Rute ini meliputi Medan-Aceh, Medan-Dumai, Pekanbaru-Medan, dan Perawang-Padang.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang