Tertimbun Longsor, 53 Hektare Lahan Padi di Aceh Tenggara Puso

"Sudah rata semuanya dan gak bisa lagi untuk dipanen."

Rabu, 19 Apr 2017 18:44 WIB

Banjir bandang di Aceh Tenggara, Rabu (12/4/2017). (Dok: BPBA)


KBR, Aceh Tenggara- Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Peternakan Aceh Tenggara menyatakan 53 hektare areal tanaman padi di Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala-gala, mengalami puso atau gagal panen lantaran tertimbun lumpur dan material bencana banjir bandang.

Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Peternakan Aceh Tenggara, Bustamim mengatakan, rata-rata usia tanaman padi yang rusak akibat banjir sudah menjelang panen. Bustamim memperkirakan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

"Sudah tertimbun dengan kayu-kayu, lumpur, batu dan pasir. Sudah rata semuanya dan gak bisa lagi untuk dipanen," kata Bustamim menjawab KBR, Rabu (19/4).

Bustamim melanjutkan dinas masih mencari solusi untuk memberikan bantuan lahan pertanian yang rusak di daerah bencana tersebut. Mengingat, sawah milik petani sudah tertimbun lumpur, sehingga harus mengkaji kembali tanaman yang cocok ditanam di situ. "Kalau penanganan dari Dinas sekarang sedang dilihat dulu apakah lahan itu memungkinkan ditanami padi? Nantikan dilihat dulu kalau memang tidak dibutuhkan padi, berarti kita lihat dulu apa yang dibutuhkan mereka (petani-red). Kalau secara fisik menganggarkan dana kembali kan tidak mungkin," katanya lagi.

"Jangankan tanaman padi, pematangnya saja sudah rata dengan tanah, artinya lahan pertanian itu sudah sama dengan permukaan tanah. Jadi, Kita perlu kajian tanaman jenis apa yang layaknya dibantu kesana," tambahnya.

Ia melanjutkan, pihaknya segera akan melaporkan data kerusakan lahan persawahan itu kepada Balai Unit Pertanian di Pemprov Aceh. Terutama, perihal bantuan sarana produksi (saprodi) melalui Cadangan Benih Nasional (CBN).

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 812 keluarga atau  3.501 jiwa. Mereka, ditampung di posko pengungsian di Mesjid Simpang Semadam dan Gereja Lawe Sigala-gala. Sedangkan rumah terdampak berjumlah  336 rusak ringan, 171 rusak berat  dan 3 unit rumah ibadah.

Bencana longsor dan banjir bandang pada Selasa (11/4/2017) petang lalu itu telah menerjang 14 desa terdiri satu desa berada di Kecamatan Semadam dan 13 desa di Kecamatan Lawe Sigala Gala.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!