UMY Bakal Seleksi Ketat Calon Pengunjung Kuliah Umum Dr Zakir Naik di Yogya

Zakir Naik akan berpidato tentang agama sebagai pembawa rahmat dan kedamaian. Selama 4,5 jam berada di kampus UMY tersebut, Zakir Naik juga akan berdialog dengan hadirin.

Senin, 20 Mar 2017 14:56 WIB

Penceramah kontroversial asal India, Zakir Naik. (Foto: Creative Commons)


KBR, Yogyakarta - Penceramah kontroversial asal India Dr Zakir Naik direncanakan memberi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau UMY pada 3 April 2017 mendatang.

Meski berlabel kuliah umum, namun ceramah ulama yang sedang jadi buron pemerintah India itu juga terbuka untuk masyarakat umum.

Juru bicara UMY Nasrullah menyatakan kedatangan Zakir Naik bulan depan akan dikemas dalam suasana akademik. Nasrullah mengatakan Zakir Naik akan berpidato tentang agama sebagai pembawa rahmat dan kedamaian. Selama 4,5 jam berada di kampus tersebut, Zakir Naik juga akan berdialog dengan hadirin.

"Sebenarnya kegiatan ini murni kuliah, namun karena kedatangan Zakir Naik juga sangat dinantikan masyarakat umum, maka kami beri kesempatan bagi masyarakat untuk hadir. Nanti akan ada tanya jawab setelah kuliah umum. Kami ingin Zakir Naik meluruskan persepsi yang salah tentang Islam. Bahwa Islam adalah pembawa rahmat dan kedamaian," kata Nasrullah dalam konferensi pers di kampus UMY, Senin (20/3/2017).

Untuk menjaga keamanan selama berlangsung kunjungan Zakir Naik di UMY, panitia memberlakukan syarat bagi calon peserta kuliah umum. Panitia memperkirakan ada ribuan orang akan datang dalam acara tersebut.

Kepala Humas UMY Ratih Herningtyas mengatakan, masyarakat yang ingin mengikuti ceramah Zakir Naik harus mengikuti proses verifikasi di situs khusus yang disediakan serta mencantumkan identitas KTP. Dalam verifikasi itu, calon peserta kuliah umum Zakir Naik juga harus menjelaskan motivasi mengikuti acara tersebut.

"Salah satu syaratnya melampirkan KTP. Kami mempertimbangkan aspek keamanan karena beliau sangat populer. Syarat pendaftaran dengan KTP adalah cara untuk screening dan upaya panitia untuk menjaga keamanan. Setelah acara selesai kami akan menghapus data dari peserta yang mendaftar," jelas Ratih.

Zakir Naik direncanakan hadir di Yogyakarta di sela kunjungannya ke Indonesia pada 1-9 April 2017.

Di India, Zakir Naik mendirikan organisasi Islamic Research Foundation (IRF) dan kanal siaran Peace TV. Namun Zakir Naik diburu pemerintah India atas dugaan IRF mendanai beasiswa bagi orang-orang yang diduga anggota ISIS. Sedangkan Peace TV dipersoalkan karena menyiarkan ceramah-ceramah Zakir Naik yang dianggap menebar kebencian dan menginspirasi orang melakukan aksi teror.

Sebelumnya Zakir Naik mengundang perdebatan panjang di Malaysia, ketika berkunjung ke negara itu. Sebagian warga Malaysia bahkan mengajukan gugatan ke pemerintah negara yang diduga telah memberikan status kewarganegaraan bagi Zakir Naik.

Para penggugat juga menuntut agar Zakir Naik dilarang masuk dan dideportasi dari Malaysia. Mereka menilai Zakir Naik merupakan penceramah garis keras, menjadi ancaman keamanan nasional, dan mengganggu kehidupan multietnis di Malaysia.

Baca: Kehadiran Dr Zakir Naik Picu Pro Kontra di Malaysia 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.