Ratusan sopir taksi mendatangi DPRD Bali menuntut penutupan angkutan daring. (Foto: KBR/Yulius M.)


KBR, Bali- Ratusan sopir taksi dari paguyuban transport desa adat Kuta berunjuk rasa menuntut penutupan  taksi daring. Aksi digelar di balai pertemuan DPRD Bali. Mereka mendesak   pemerintah daerah dan DPRD serta dinas terkait melaksanakan tuntutan sopir taksi konvensional yang telah melakukan aksi berulang kali.

Ketut Witra koordinator aksi  mengancam akan menurunkan baliho-baliho taksi daring yang ada di sejumlah titik jika instansi terkait tidak bergerak. Kata dia kehadiran taksi berbasis aplikasi itu merugikan.

"Untuk apa instansi yang ada kalau tidak bisa menyelesaikan masalah. Apa harus Jakarta? Jakarta tidak tahu apa yang terjadi di Bali.  Ekonomi tidak berjalan, Grab itu merusak Bali, merusak Indonesia," ujarnya.

Sementara itu A.A. Ngurah Adhi Ardhan anggota DPRD Bali  menyatakan penolakan atas hadirnya taksi daring yang tidak mempunyai izin.

Aksi dilanjutkan  di patung kuda depan pintu Tol Bali Mandara untuk menurunkan baliho taksi daring.  Aksi  yang dijaga aparat keamanan itu diakhiri dengan doa bersama.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!