Perdagangan Februari Surplus USD 1,32 Miliar

"Ekspor dan impor kita didominasi nonmigas. Kalau kita liat selama Januari sampai Februari 2017, berarti terjadi surplus USD 2,75 miliar,"

Rabu, 15 Mar 2017 13:47 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2017 mengalami surplus USD 1,32 miliar. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, surplus itu diperoleh dari nilai ekspor  USD 12,57 miliar, yang lebih besar dari nilai impor sebesar USD 11,26 miliar.

Suhariyanto mengatakan, terjadi peningkatan pada nilai ekspor sebesar 11,16 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang senilai USD 11,31 miliar.

"Dengan menggabungkan ekspor dan impor, kita bisa melihat neraca perdagangan selama bulan Februari 2017. Ekspor selama Februari 2017  adalah USD 12,57 miliar, impornya USD 11,26 miliar. Komposisinya, bahwa ekspor dan impor kita didominasi nonmigas. Kalau kita liat selama Januari sampai Februari 2017, berarti terjadi surplus USD 2,75 miliar," kata Suhariyanto di kantornya, Rabu (15/03/17).

Suhariyanto mengatakan, memang ada penurunan ekspor pada Februari 2017 dibandingkan bulan sebelumnya, karena penurunan ekspor Migas sebesar 5,78 persen, sedangkan volume ekspor nonmigas turun 14,78 persen. Komoditas yang mengalami penurunan ekspor yakni bijih kerak dan abu logam, bahan bakar mineral termasuk batu bara, serta lemak hewan nabati.

Suhariyanto berujar, nilai impor bulan ini justru mengalami penurunan 5,96 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, mengalami  kenaikan 10,61 persen.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.