Wiranto Klaim Negara Pasifik Janji Tak Campuri Urusan Papua

"Ada informasi berbeda, yang sampai ke mereka bahwa Indonesia menelantarkan Papua, tidak memodernkan masyarakat yang masih pakai koteka, pembangunan tidak ada, semuanya serba sulit...," kata Wiranto.

Rabu, 07 Feb 2018 19:02 WIB

Menko Polhukam Wiranto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengklaim negara-negara di kawasan Pasifik berjanji tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, khususnya menyangkut masalah Papua.

Wiranto mengatakan janji itu diperoleh setelah Wiranto melakukan kunjungan bilateral ke Republik Nauru di kawasan Pasifik Selatan, untuk menghadiri HUT ke-50 Nauru, pada 30 Januari 2018. Dalam kunjungan itu, Wiranto juga bertemu Presiden Nauru, Presiden Vanuatu hingga Perdana Menteri Tuvalu.

"Tugas saya ke sana untuk berkomunikasi dengan pimpinan mereka. Sekarang sudah terjalin satu hubungan, paling tidak pemahaman yang sama bahwa kita harus kerja sama. Dengan kerja sama kedekatan itu, mereka berjanji untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia terutama masalah Papua dan Papua Barat," klaim Wiranto di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Baca juga:

Wiranto mengatakan bahwa keberadaan Indonesia dalam proses membangun Papua Barat sebelumnya tidak diketahui oleh negara-negara di kawasan Pasifik. Hal itu, kata Wiranto, menyebabkan informasi yang menyebar di sana hanya sebatas informasi yang buruk tentang Indonesia. 

"Bahkan ada informasi yang berbeda, yang sampai ke mereka itu bahwa Indonesia menelantarkan Papua, tidak memodernkan masyarakat yang masih pakai koteka, pembangunan tidak ada, semuanya serba sulit, menyatukan Papua dengan kekerasan, banyak pelanggaran HAM," kata Wiranto.

Wiranto menceritakan pada tahun lalu sudah ada tujuh negara Asia Pasifik melakukan jajak pendapat untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua. Hal itu, kata Wiranto, tidak bisa dibiarkan. Karena itu, kunjungan bilateral itu dilakukan sembari memberi pemahaman atas pembangunan di Papua. 

"Misi saya ke sana untuk itu. Satu per satu saya temui. Kecil-kecil tapi punya nilai. Presiden Jokowi bilang temui mereka, bantu mereka. Sudah saatnya kita bantu mereka, bukan minta-minta. Agar apa? Agar ada pemahaman. Dan alhamdulillah, dari tujuh negara, enam di antaranya menyatakan tidak ikut campur urusan Republik Indonesia," kata Wiranto. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.