Anak-anak di Karachi merayakan hari kemerdekaan Pakistan. (Foto: Shadi Khan Saif)

Anak-anak di Karachi merayakan hari kemerdekaan Pakistan. (Foto: Shadi Khan Saif)

Di Karachi, warga melambai-lambaikan bendera dimana-mana, di taman, jalan-jalan hingga pantai. Beberapa bahkan mengecat mobil dan sepeda motor mereka dengan warna bendera Pakistan.

Anak-anak muda tumpah ruah turun ke jalan. Seperti Igbal Ahmad yang berkendara 200 kilometer dari Sindh untuk bergabung dengan perayaan ini di pantai Karachi..

“Ada begitu banyak orang berkumpul di sini! Saya rasa semua warga Sindh datang kemari untuk merayakan dan menikmati perayaan di pantai. Jalanan penuh sesak oleh warga.”

Suasana ini tidak pernah terbayangkan karena ketegangan politik dan kekerasan mendominasi kota itu. Tahun lalu, pada saat peringatan hari kemerdekaan, sebagian besar sekolah libur dan jalanan lengang.  

Beberapa tahun silam, banyak bagian kota ini mirip zona perang. Aksi saling tembak bisa berlangsung berjam-jam.

Komisi Hak Asasi Manusia menyatakan tahun lalu saja hampir tiga ribu orang tewas akibat aksi kekerasan. Tidak seorang pun tertarik untuk pergi keluar rumah dan merayakan apapun.

Setelah serangan ke sebuah sekolah di Peshawar tahun lalu, pemerintah bertekad untuk mengembalikan perdamaian di negara itu.

Pada 2013, pemerintah memulai sebuah operasi pembersihan di kota itu yang dilakukan oleh Pasukan Ranger Pakistan. Pasukan itu berpatroli di jalan-jalan dan menggerebek tempat yang diduga persembunyian para militan di kota itu.

Penulis Ziaur Rehman adalah pemerhati masalah keamanan dan pernah menulis buku berjudul ‘Karachi in Turmoil’ atau 'Karachi dalam kekacauan.

Dia yakin Pasukan Ranger adalah pihak yang berada di balik situasi saat ini.

“Operasi saat ini dimulai pada September 2013 tapi mulai efektif setelah serangan ke sekolah di Peshawar pada Desember 2014. Kami melihat sejumlah tersangka militan dari Taliban, kelompok sektarian atau sindikat penjahat dibunuh atau ditangkap,” kata Ziaur.

Pasukan Ranger ini berada di bawah Kementerian Pertahanan. Mereka menerima perintah langsung dari para Menteri dan Perdana Menteri.

“Kami berterima kasih pada pasukan Ranger yang tetap memastikan perdamaian di Karachi meski menghadapi berbagai masalah dan kritik,” kata Menteri Dalam Negeri, Nisar Ali Khan.

Beberapa pihak menyebut pasukan Ranger itu telah melanggar banyak batasan. Tapi dalam setahun, mereka berhasil meraih simpati warga Karachi.

“Mereka membawa banyak perubahan. Dulu situasinya sangat berbahaya. Kami yang punya usaha di sini sangat takut akan kekerasan. Kami bahkan berpikir pergi dari negeri ini selamanya,” ungkap Sajjad, pemilik toko di kota itu.

Tapi ahli pertahanan Ziaur Rehman yakin pemerintah harus punya rencana jangka panjang untuk mempertahankan situasi damai ini.

“Pasukan Ranger pada dasarnya adalah pasukan perbatasan yang nantinya harus kembali ke perbatasan. Jadi butuh strategi menyeluruh untuk mempertahankan perdamaian di kota ini dalam jangka panjang.”

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!