Jokowi Ajak Pesantren Cegah Berkembangnya Paham Radikal

Dalam kunjungannya Jokowi juga menggelar pertemuan tertutup dengan pengelola pondok pesantren.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 04 Apr 2015 20:32 WIB

Author

YUDHA SATRIAWAN

Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke sejumlah pesantren di Solo, Jawa Tengah. Sabtu (4/4/2015). Fo

Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke sejumlah pesantren di Solo, Jawa Tengah. Sabtu (4/4/2015). Foto: KBR/Yudha Satriawan

KBR, Solo- Presiden Joko Widodo menegaskan, pesantren mampu mencegah berkembangnya paham radikal. Hal ini diungkapkannya saat mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2015). Kedatangan Presiden disambut ratusan santri yang sudah menunggu di lokasi ponpes Al Qur’anniyy Az –Zayadiyy, Kabangan Solo. Dalam kunjungannya Jokowi juga menggelar pertemuan tertutup dengan pengelola pondok pesantren. Meski begitu Jokowi enggan menjelaskan lebih jauh tujuan kedatangannya ke sejumlah pondok pesantren di Solo. Presiden hanya menyebut sejumlah pesantren di Solo yang akan dikunjunginya hari ini.

“Ya..ini di ponpes Al Quranniyy..ini mau lanjut ke Ponpes Al Muayyad...”, ujar Jokowi.

Sementara itu, Juru bicara Pondok Pesantren Al Qur’anniyy, Abdul Karim, mengatakan Presiden Jokowi berpesan agar pesantren menyebarkan keberagaman dan keutuhan dalam NKRI dan mencegah ajaran radikal yang mengatasnamakan agama. Menurut Abdul Karim, Presiden Jokowi tidak menyebut secara khusus ajaran radikal yang dimaksud adalah ISIS.

“Ya tadi ngobrol, kangen-kangenan. Presiden Jokowi titip Solo supaya tetap aman, jangan ada radikalisme. ( Jokowi ) berpesan agar NKRI tetap utuh. itu pesan Presiden dihadapan para santri, anak-anak di pondok ini. menjaga kota Solo jangan sapai ada radikalisme. Karena menurut Presiden, Solo pernah dan sering terjadi aksi terorisme. teroris dari Solo, dan sebagainya.kalau ada ya diperkecil, kalau tidak ada teroris ya dipertahankan..jangan sampai kita di pondok pesantren ini terpengaruh ajaran radikal mereka..atau katut, istilah bahasa jawanya..Presiden mengatakan radikalisme itu membahayakan NKRI..Presiden tidak menyebut langsung yang dimaksud radikal itu kelompok ISIS”, ujar Abdul Karim, 

Usai berkunjung ke ponpes Al Qur’anniyy, Presiden Jokowi dan rombongan menuju ponpes Al Muayyad Solo. 

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kisah Perempuan Listrik asal Semarang yang Mendunia

Kabar Baru Jam 8

Menilik Gerakan Digital Warganet Sepanjang 2020

Kabar Baru Jam 10