Share This

Warga Memadati Bandara Mutiara Palu Minta Dievakuasi, Begini Pesan Jokowi

"Kita imbau warga tetap tenang. Tetap di Palu, bisa menjalankan kehidupan ekonominya di Palu sehingga bisa normal kembali," kata Jokowi.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 02 Okt 2018 20:51 WIB

Warga menunggu giliran untuk dievakuasi ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (Foto: ANTARA/ Akbar Tado)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta warga korban gempa dan tsunami di beberapa daerah di Sulawesi Tengah untuk tetap tenang dan, tak perlu meninggalkan daerah tersebut. Jokowi meyakinkan, pemerintah masih mengusahakan pelbagai bantuan segera dikirim ke daerah terdampak agar seluruh kebutuhan korban terpenuhi.

"Kita imbau warga tetap tenang. Tetap di Palu, bisa menjalankan kehidupan ekonominya di Palu sehingga bisa normal kembali. Harapan kita pada seluruh warga seperi itu," kata Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (2/10/2018).

Imbauan tersebut disampaikan Jokowi merespons warga yang memadati Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu untuk minta dievakuasi menggunakan pesawat Hercules.

"Logistik saya kira kemarin sudah dikerahkan enam pesawat Hercules dari Jakarta, sebagian Makassar, sebagian Balikpapan. Hari ini akan lebih banyak lagi."

Jokowi menjelaskan, pemerintah memang melayani evakuasi korban gempa dan tsunami untuk keluar Palu, tetapi itu khusus bagi yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit. Sehingga, beberapa korban diangkut menggunakan pesawat ke daerah lain, seperti Makassar.

Adapun pesawat komersial kini juga didorong supaya bisa lebih banyak masuk ke Palu agar mobilitas bantuan dan penumpang lebih cepat.

Ia kembali meyakinkan, seluruh kebutuhan korban bakal segera terpenuhi. Sejak kemarin, bantuan makanan dan obat-obatan kata dia mulai tiba di Palu, dan akan masuk lebih banyak lagi. Sementara suplai listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dijanjikan segera pulih. Kini prosesnya kata dia, sedang didatangkan dari luar Sulteng.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.