Share This

Gerindra belum Tentukan Pengganti Sandiaga Uno Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta

"Belum (tahu). Kita proses pencalonan Pak Sandi dulu. Nanti akan diumumkan dalam waktu dekat," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 10 Agus 2018 14:11 WIB

Sandiaga Uno Menyerahkan Surat Pengunduran Diri Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta ke Anies Baswedan, Jumat, (10/08). (Foto: Heru Haetamii)

KBR, Jakarta- Sandiaga Uno resmi berhenti dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Jumat, (10/08/2018). Berhentinya Sandiaga membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menentukan pengganti bakal calon wakil presiden tersebut.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pengganti Sandiaga Uno. Nantinya, pencarian pengganti Wakil Gubernur DKI Jakarta akan diumumkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Selain itu, kata dia, penunjukkan pengganti Wakil Gubernur harus dilakukan oleh partai pengusung Sandiaga Uno, yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

"Nanti kita konsultasikan dulu ke Kemendagri, karena DPRD kan harus melakukan pengumuman," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, akan ada dua nama yang diusung oleh partainya dan PKS. Kata dia, masing-masing partai mengusung satu nama. Meski begitu, kata Taufik, Partai Gerindra belum menentukan siapa yang akan diusung untuk mengganti Sandiaga Uno.

"Belum (tahu). Kita proses pencalonan Pak Sandi dulu. Nanti akan diumumkan dalam waktu dekat," kata Taufik usai menghadiri pertemuan Sandiaga Uno dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta lantaran dirinya diusung oleh Prabowo Subianto menjadi bakal calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019.

Editor: Adia Pradana 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.