Bagikan:

Kelar KTT, Gimana Nasib Konversi Kendaraan Listrik?

Menyoal nasib konversi kendaraan listrik usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali dibahas asyik di podcast What's Trending!

NASIONAL

Kamis, 24 Nov 2022 15:00 WIB

Author

Lea Citra

Podcast What's Trending

Podcast What's Trending

KBR, Jakarta- Masih ingat semarak kendaraan listrik selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20? Mulai dari mobil yang dikendarai oleh para pemimpin negara, pejabat hingga transportasi umum berbasis listrik disediakan di Bali. 

Nah berdasarkan keterangan Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Setia Utama, mobil listrik yang digunakan dalam KTT G20 berperan sebagai showcase komitmen Indonesia terkait transisi energi fosil ke listrik. Menurutnya, sebagian mobil listrik tersebut berstatus pinjam-pakai selama KTT G20. Mobil- mobil listrik di KTT G20 yang berstatus pinjam-pakai itu, kata dia telah dikembalikan. Setia juga mengatakan, ada kemungkinan mobil-mobil itu akan dijual atau dilelang setelah dikembalikan.

"Mungkin akan dijual atau dilelang, ya terserah mereka, mungkin ya. Tapi yang jelas mereka sudah menyumbang untuk kita dengan meminjamkan kita. Jadi ada pesan besar dibalik itu, bahwa kedepan kita mau tidak mau harus meninggalkan fosil karena tentu saja semakin lama semakin berkurangkan energi fosil ini. Dan kita harus beralih ke energi terbarukan. Inilah saatnya kita menunjukkan, ini showcase-nya aja," ujar Setia.

Tapi nih menurut Pengamat transportasi Djoko Setijowarno, pengetahuan dan kesadaran akan berkendara menggunakan mobil listrik masih kurang di masyarakat. Selain itu, menurutnya juga penting mendorong konsistensi pemerintah dalam menggalakan penggunaan kendaraan listrik.

Baca juga:

Pick Me Girl and Pick Me Boy Personality

Hari Anak, Sejauh Mana Proteksi dan Literasi Digital buat Mereka?

Cek Fakta: Narasi soal Perang Indonesia VS Australia di Perbatasan Tak Terelakkan?

Berdasarkan laman PT PLN, ini tips aman dan nyaman berkendara jauh dengan mobil listrik:

1. Pastikan kondisi fisik pengendara dan rombongan sehat dan telah beristirahat dengan cukup.

2. Cek kondisi kendaraan dan perangkat pendukungnya ke bengkel resmi.

3. Siapkan rute dan manajemen perjalanan.

4. Pengguna mesti menghitung ketersediaan kapasitas baterai dengan jarak tempuh. Hal ini penting untuk menentukan lokasi pengisian daya.

5. Memastikan akses internet tetap tersedia dan aplikasi pengisian daya berjalan normal. Serta, dipastikan juga e-wallet memiliki saldo cukup untuk membayar pengisian daya.

6. Ponsel yang dibawa memiliki cadangan daya yang memadai sepanjang perjalanan. Ini penting untuk pengecekan rutin tempat pengisian daya via aplikasi. Ponsel juga perlu menyimpan call center Agen Tunggal Pemegang Merek dari mobil listrik beserta nomor penting lainnya yang akan sangat berguna dalam keadaan darurat.

7. Bawa emergency tools, seperti ban serep, dongkrak, segitiga emergency, cairan penambal ban, obat-obatan, dan kartu tol dengan saldo yang cukup

8. Memiliki persediaan makanan dan minuman yang cukup. Kalau lelah dan mengantuk, carilah tempat berisitirahat.

Lebih lanjut soal penggunaan mobil listrik usai KTT G20, dibahas asyik di podcast What's Trending lewat link berikut ini:

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP