Desa Mekarjaya dari Desa Pembalak ke Pelestari Lingkungan II (2)

Atas kerja keras warga dan perangkat desa, pada 2012 Mekarjaya mendapatkan penghargaan

SAGA

Selasa, 03 Sep 2013 18:19 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Desa Mekarjaya dari Desa Pembalak ke Pelestari Lingkungan II  (2)

desa mekarjaya, mikrohidro, air, energi alternatif, lingkungan

Penghargaan Kampung Iklim Itu Apa?

Atas kerja keras warga dan perangkat desa, pada 2012 Mekarjaya mendapatkan penghargaan “Program Kampung Iklim” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Warga dianggap berhasil mengupayakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara berkelanjutan di tingkat lokal. Upaya yang direken pemerintah seperti kegigihan warga menjaga hutan, merawat sumber-sumber air dan juga memanfaatkan energi ramah lingkungan.

Tapi sayang, tak banyak warga yang tahu tentang makna penghargaan tersebut. “Sementara mungkin pertama belum sosialisasi kepada masyarakat belum secara berkelanjutan. Kita hanya menyempatkan di waktu ada acara kegiatan-kegiatan keagamaan. Jadi belum ada waktu secara khusus untuk menjelaskan kepada mereka fungsi dan kegunaan dari penghargaan tersebut. Barangkali belum melangkah lebih jauh untuk memberikan pengertian kepada masyarakat,” Tarsa, Sekretaris Desa.

Jadi maklum saja bila warga seperti Eker Karman, Undang, Iwan, Apep tak banyak tahu soal maksud dari mitigasi, adaptasi atau berbagai hal lain mengenai perubahan iklim. “Perubahan Iklim. Jadi.....iklim. Di katakan iklim itu beberapa macam pak? Saya tanya dulu. Yang dikatakan iklim itu apa saja?” sergah Eker Karman balik bertanya.

Bagusnya juga, warga tak ambil pusing kerja keras mereka dapat penghargaan atau tidak. Yang terpenting buat mereka hanya pasokan air ke parit dan ladang agar listrik tidak terganggu. Karena itu, warga Mekarjaya akan terus menjaga hutan dan sumber air. Caranya ya itu, terus menanam pohon.

Balada Perabot Elektronik


Iwan warga Mekarjaya menceritakan, setelah aliran listrik tersambung ke rumah-rumah, warga kerajingan membeli dan menggunakan perabota elektronik. Beberapa keluarga diantaranya bahkan ada yang niat sekali melengkapi rumah mereka dengan berbagai perabot elektronik meski arus sambungan listrik belum stabil sepenuhnya. “Penerangan sudah terasa. Bahkan sudah ada yang pakai kulkas, magic com, dispenser dari manfaat mikrohidro ini. Paling terasa manfaat ekonomi masyarakat meningkat,” jelas Iwan singkat. 

Kulkas, peranti elektronik untuk memanaskan dan mendinginkan air (dispenser), pesawat televisi, setrika listrik, alat penanak nasi (Magic Com), serta mesin penghalus bumbu, buah dan sayuran (blender) merupakan deret barang elektronik yang diburu warga. Komanah dan Iwan diantara warga yang membeli alat elektronik.

Tapi perabot elektronik yang dibeli Komanah tak banyak. Komanah hanya membeli pesawat televisi, serta alat penghalus bumbu saja. Dia mengaku tak mau terpancing ulah warga yang kini hobi memborong perabot elektronik. Bahkan Komanah lebih memilih mencuci baju di sungai ketimbang harus mencuci baju dengan mesin cuci. “Soalnya duit kiriman suami kadang tak cukup untuk kebutuhan biaya jajan dan sekolah anak, juga keperluan menabung,” tambah Komanah.

Kesadaran yang berbeda justru disampaikan Iwan warga lainnya. Disengaja tak banyak memborong perabot elektronik karena tahu pasokan listrik dari pembangkit Mikrohidro masih terbatas. Belum lagi Iwan tak merasa nyaman jika boros menggunakan listrik, sementara sebagian warga di dusun lain belum menikmati aliran listrik seperti yang dirasakan keluarganya.

“Kalau di rumah aku sih belum. Kulkas dan dispenser. Soalnya, mengingat menimbang kekuatan mikrohidro sendiri. Kekuatan 20.000 watt, sudah keluar mencapai 17.000 watt. Sedangkan, Mikrohidro tak bisa pakai air sedikit, harus pakai air yang banyak. Makanya aku menyadari, kalau banyak menggunakan setrum, tak akan bisa nyala, malah bisa terbakar,” jelasnya.

Terus meningkatnya konsumsi listrik warga membuat pengelola pembangkit mikrohidro seperti Tarsa dan Apep khawatir.  Jika konsumsi tak di-rem, persoalan ini jadi masalah serius Desa Mekarjaya.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap