Desa Mekarjaya dari Desa Pembalak ke Pelestari Lingkungan (4)

Tapi pasokan listrik belum sepenuhnya lancar mengaliri rumah warga. Ini akibat ketersediaan air yang kadang seret. Sebagian warga curiga itu akibat praktek pembalakan hutan di hulu masih berlangsung

SAGA

Senin, 02 Sep 2013 17:51 WIB

Author

Irvan Imamsyah

Desa Mekarjaya dari Desa Pembalak ke Pelestari Lingkungan (4)

desa mekarjaya, cianjur, hutan, mikrohidro, listrik

Gangguan Pasokan Listrik

Tapi pasokan listrik belum sepenuhnya lancar mengaliri rumah warga Desa Mekarjaya. Hal ini akibat ketersediaan air yang kadang seret. Sebagian warga lantas curiga hal itu akibat praktek pembalakan hutan di hulu masih berlangsung. Undang, salah satu sesepuh yang juga anggota kelompok masyarakat Raksa Bumi menaruh curiga serupa. Undang menuding warga desa tetangga sebagai biang keladi terganggunya pasokan air cukup untuk turbin mikrohidro.

“Ada tapi masih belum bisa menyadarkan orang luar daerah sini. Kalau warga daerah sini sudah insyaf, sudah sadar. Tapi dari luar di daerah sini kadang-kadang suka menerobos hutan di sini. Kadang-kadang sekali waktu tertangkap, tapi sekali waktu banyak juga yang tidak tertangkap. Menyusahkan warga sini,” sungut Undang bernada kesal. 

Sebenarnya kalau mau jujur, tak hanya warga luar desa yang kerap menebang pohon hutan di dekat Desa Mekarjaya. Warga Mekarjaya juga sesekali kepergok mencuri pohon. Menurut Iwan sang Kepala Desa, ini karena Peraturan Desa tentang Hutan dan Kehutanan tak jelas mengatur sanksi tegas untuk warga yang kerap bandel membalak kayu hutan. Iwan lantas lempar handuk ke kepolisian dan petugas Kementerian Kehutanan jika mendapati warga yang kepergok menebang kayu di hutan lindung.

Itu pula yang jadi sebab, sesepuh desa setempat mendesak sanksi tegas diberikan kepada para pencuri kayu. “Sementara Perdes juga harus terus disosialisasikan ke seluruh warga,” pinta Eker Karman.

Masalah ini tentunya akan menjadi pekerjaan rumah para pemangku desa. Di tengah terganggunya pasokan listrik, warga Mekarjaya mulai mengalami geger budaya. Mereka memborong peralatan elektronik yang ujungnya akan boros konsumsi listrik. ***

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pegawai KPK Berstatus ASN, Independensi KPK Terancam