Ngobrol Psikologi, Ubah Stigma Buruk Kesehatan Mental

Kesehatan mental bukan melulu soal sakit jiwa atau depresi. Bertemu psikolog pun bukan berarti ‘gila’ atau ‘aib’

Bali Soul Society (BSS) saat sedang menggelar konsultasi gratis di salah satu taman di Denpasar. (Foto: Dokumen BSS)

Rabu, 14 Agustus 2019

Di Denpasar, Bali, ada sebuah komunitas kesehatan mental yang rutin membuat acara berbagi dengan anak muda. Dari kafe ke kafe, mereka hadir jadi teman bicara. Jurnalis KBR Dwi Reinjani bertemu Ida Ayu Saraswati dan Bali Soul Society.  

- Ubah Stigma Buruk Kesehatan Mental
Klik di sini untuk kisah-kisah menarik lainnya

KBR, Denpasar- Isu soal kesehatan mental belakangan marak menjadi pembicaraan. Di Indonesia berbagai salah paham soal kesehatan mental banyak ditemui di masyarakat. Mulai menganggap orang dengan penyakit mental sebagai orang gila hingga stigma bahwa mereka adalah pendosa yang jauh dari Tuhan.

Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan menempatkan Bali sebagai provinsi keempat dengan kasus gangguan jiwa terbanyak. Variasinya mulai dari stress ringan hingga gila.

Kasus paling banyak pun menimpa anak muda. Mereka yang mengalami masalah karena lingkungan sosial, ketergantungan gawai, masalah sekolah, keluarga hingga asmara.

Stigma pada para penyandang disabilitas mental inilah yang membuat penyandang disabilitas mental enggan datang ke Psikolog atau Psikiater.

Ida Ayu Saraswati Indraharsani asal Denpasar adalah salah satu yang berupaya menghapus stigma itu serta membantu siapapun yang butuh teman bicara untuk berbagi. Ia bersama komunitasnya kemudian membentuk Bali Soul Society.

“Kita selalu akan butuh untuk bisa menyampaikan itu dan butuh orang lain yang bisa diajak untuk sharing.” kata Ayu memulai perbincangan dengan KBR.  

“Kita selalu akan butuh untuk bisa menyampaikan perasaan dan itu butuh orang lain yang bisa diajak untuk sharing,”

- Ida Ayu Saraswati Indraharsani - Direktur BSS

Bali Soul Society (BSS) pada Mei 2018 lalu. Awalnya Ida Ayu hanyalah sukarelawan. Kini ia menjabat sebagai Direktur BSS.

“Selain founder itu ada 3 sampai 5 orang volunteer. Kemudian dengan beriringnya waktu semakin banyak psikolog-psikolog muda yang kembali ke Bali setelah menyelesaikan kuliahnya, akhirnya kita ajak gabung,” katanya.

Komunitas ini berisikan Psikolog yang bersedia memberikan pelayanan secara gratis. Meski komunitas ini baru, namun Ida mengaku sudah banyak yang datang kepada BSS untuk berkonsultasi atau sekadar bercerita. Klien mereka mayoritas anak - anak muda yang butuh teman bicara dengan psikolog.

“Untuk promotif dan preventif kita ada rehabilitatif. Rehabilitatif itu kita lakukan dengan proses konsultasi singkat dengan acara, Ngopsi namanya. Ngobrol bareng Psikolog, yang diadakan oleh Bali Soul Society,” kata Ida Ayu.

Komunitas ini berdiri juga karena ada keresahan psikolog muda, soal cara pandang orang terhadap profesi mereka.

“Masyarakat jadi lebih banyak tahu ketika ada BSS. Bahwa psikolog itu ada untuk membantu ketika menghadapi masalah kesehatan mental. Itu sih sebenarnya untuk mengamalkan ilmu saya, dan ini adalah bentuk pengabdian sosial saya atas ilmu yang sudah saya dapat,” katanya.

Konsultasi oleh Bali Soul Society kerap dilakukan di kafe atau taman kota. Kegiatan dilakukan saat akhir pekan atau hari libur. Tak hanya itu, BSS juga tak jarang melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Jika ingin berkonsultasi caranya cukup mudah. Calon peserta bisa menghubungi Bali Soul Society lewat media sosial, lalu mengisi form. Form yang diisi juga serius dan dibuat sesuai kode etik psikologi yang terjamin kerahasiaannya.Paling penting tentu saja gratis.

“Kalaupun ada kegiatan yang kita mengambil profit itu pasti profitnya akan dikembalikan ke masyarakat. Dananya untuk kegiatan-kegiatansosial lainnya. Ngopsi kita ambilnya kita hampir lebih dari 10 klien, itu kliennya pasti ada, satu kali konsultasi itu satu jam sampai satu setengah jam itu paling lama,” kata Ayu. 

datang ke psikolog atau psikiater tak berarti “gila”. Tapi ini soal mencari teman bicara yang professional

- Ida Ayu Saraswati Indraharsani - Direktur BSS

Bali Soul Society menjangkau anak muda lewat media sosial. Salah satunya adalah Ismawati Dewi, yang memberanikan diri bertemu psikolog setelah membaca soal BSS di Instagram. 

“Jadi sebenernya pengen didengar saja. Jadi kenapa aku milih Ngopsi ini awalnya memang kan sudah cerita lebih dahulu ke teman. Cuma ngerasa kurang puas saja gitu lho, karena memang bukan ahlinya. Karena itu aku coba ke Ngopsi,” kata Ismawati.

Dari ngobrol, dunia bisa jadi tak seruwet semuladan cahaya bisa terlihat di ujung lorong gelap itu.

Hal yang sama diutarakan Fani. Ia mengaku kini tak takut lagi pada psikolog. Ia juga merasa terbantu dengan adanya Ngopsi. Ia bahkan mengaku akan melanjutkan konsultasi secara rutin untuk memastikan kesehatan mentalnya tetap terjaga.

“Saya beranikan diri dan akhirnya sampai di sini. Setelah bercerita saya jadi terbantu. Mungkin saya akan terus berkonsultasi dengan profesional,” katanya.

Selain konsultasi satu per satu, Bali Soul Society juga sering menggelar diskusi, membahas hal-hal yang dekat dengan isu anak muda dan kesehatan mental. 

“Seminar-seminar atau sharing session namanya kalo di Bali Soul Society, tentang beberapa tema-tema yang sudah kita angkat. Akan ada tentang stress management,, kemudian kemarin tentang ada pacaran sehat, terus bagaimana untuk mengatasi permasalah dalam bekerja,” ungkap Ida Ayu.


Lewat Bali Soul Society, Ayu ingin mengikis stigma yang muncul manakala ada orang yang bertemu psikolog. Ia ingin siapapun bisa datang ke psikolog atau psikiater tanpa beban. Kaya Ida Ayu, datang ke psikolog atau psikiater tak berarti “gila”. Tapi ini soal mencari teman bicara yang professional. 

“Karena Kita merasa kita butuh untuk teman untuk cerita, tapi kita tidak tahu untuk datang ke mana dan kita sudah sangat merasa tertekan dan sudah sangat mengganggu aktifitas kita sehari-hari. Dari pada nggak tahu harus ke mana, daripada melakukan hal-hal misalnya menyayat-nyayat di tangan atau nusuk-nusuk atau apapun, lebih baik datang langsung keahlinya mau psikolog atau psikiater silahkan datang langsung,” ungkapnya.