Sanksi Tegas Ormas Pemeras

Rencananya di areal tersebut akan dibangun perumahan. Namun belum lagi rumah dibangun, bisnis keluarga yang tengah dirintisnya tersebut menemui hambatan. Tanah DS kebetulan bersebelahan dengan posko sejumlah organisasi kemasyarakatan atau ormas.

SAGA

Selasa, 20 Agus 2013 09:43 WIB

Author

Indra Nasution

Sanksi Tegas Ormas Pemeras

Ormas, laskar betawi, UU Ormas, LIPI, Pamulang

KBR68H - Sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan ditenggarai kerap halalkan kekerasan dan  memeras. Mereka antara lain bergabung ke dalam ormas berlabel kedaerahan. Salah satu pekerjaan  yang mereka tangani menyediakan jasa keamanan. Salah satu pengusaha properti di Tangerang Selatan mengaku pernah diperas salah satu anggota ormas. Nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Tanah seluas 1100 meter atau sekitar tiga perempat lapangan sepak bola tersebut tampak dipenuhi semak dan ilalang tinggi. Beberapa pohon pisang ditanam di sana. Tanah ini berada di pemukiman warga di Jalan Benda Barat, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Pemilik lahan itu DS. Lelaki  yang berusia hampir 40 tahun ini minta nama panjangnya tidak disebutkan.  Rencananya di areal tersebut akan dibangun perumahan. Namun belum lagi rumah dibangun, bisnis keluarga yang tengah dirintisnya tersebut  menemui hambatan. Tanah DS kebetulan bersebelahan dengan  posko sejumlah organisasi kemasyarakatan atau ormas.

“Awal kita sudah balik nama, setelah balik nama saya menuju ke lokasi, yang paling pertama saya datangi adalah tetangga sekitar, dan setelah saya amati ternyata ada sebuah rumah pas bersebelahan dengan tanah saya, pas saya datang, suasananya kok kayak posko dan ada bendera ormas yang saya kenal selama ini, ada FBR PP, laskar banten, Forkabi,” ujarnya.

FBR, PP dan Forkabi yang disebut DS tadi adalah ormas Forum Betawi Rempug, Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).

Agar urusannya lancar, DS pun bersilaturahmi dengan sejumlah pengurus ormas. Pertemuan berakhir dengan permintaan  uang.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia