Gerakan Manggarai Sehat jadi Penyelamat (3)

Di Manggarai kasus kehamilan remaja terbilang cukup tinggi akibat banyaknya pernikahan usia dini. Tim Manggarai Sehat merespon dengan program terbarunya yaitu Marbel atau Manggarai Berlari.

SAGA

Senin, 26 Agus 2013 18:10 WIB

Author

Danu Mahardika

Gerakan Manggarai Sehat jadi Penyelamat (3)

gerakan manggarai sehat, sanitasi, jakarta, kesehatan, ciliwung

Program Kesehatan Reproduksi

Sova menceritakan pengalamannya “Waktu itu salah satu ibu di sana cerita, iya neng waktu itu saya melahirkan / Melahirkan dimana bu? / Di trotoar / Kenapa di trotoar melahirkannya / Iya ngga keburu ke rumah sakit / terus anaknya gimana? / Prematur neng / Berapa hari hidupnya? / Udah ga ada, cuma dua hari hidupnya / Itu anak yang keberapa bu? / Yang ke sebelas. Jadi disana itu mereka sebegitu belum berharganya dan belum mengerti tentang sterilitas, higienitas. Pas denger itu langsung terpikir, oh kita yang belajar di kampus seharusnya memberikan edukasi kepada mereka.”

Di Manggarai kasus kehamilan remaja terbilang cukup tinggi akibat banyaknya pernikahan usia dini. Tim Manggarai Sehat merespon dengan program terbarunya yaitu Marbel atau Manggarai Berlari. Program ini berfokus pada kesehatan reproduksi remaja perempuan  dengan tujuan mengurangi angka pernikahan dini.

“Dan sekarang yang lagi berjalan itu Marbel (Mangarai Berlari). Ini kita akan mengajak remaja Manggarai untuk bersama-sama pergi ke Puncak. Kan kita tahu banyak remaja Manggarai yang rentan pernikahan dini. Kita bawa kesana untuk sekadar menyedarkan mereka bahwa sebenarnya posisi mereka sebagai remaja itu sangat berharga. Jadi pas kita bawa kesana nanti kegiatannya ada outbond, pengenalan kreativitas bagi remaja Manggarai, ada pendidikan dan FGD tentang pernikahan dini, yang terakhir ditutup dengan pentas seni oleh remaja Manggarai gitu,” kata Sova.

Pendidikan kesehatan reproduksi yang akan diberikan termasuk penyuluhan soal ancaman virus mematikan HIV/ AIDS jelas  Euis, salah satu anggota tim Manggarai Sehat.  “Penyuluhan HIV AIDS itu untuk ibu-ibu usia produktif karena di Manggarai itu banyak ibu-ibu remaja yang 16 -18 tahun sudah menikah. Makanya penyuluhan itu biar memberi pengetahuan tentang HIV AIDS itu seperti apa sehingga mereka bisa menjaga kalau melakukan hubungan seks itu seperti apa biar tidak terkena AIDS,” jelas Euis.

Warga dan pegiat Gerakan Manggarai Sehat  berharap program kesehatan yang mereka lakukan dapat menginspirasi daerah lain.  “Mimpinya ya pengennya mereka disini sadar bahwa hidup sehat itu sangat utama. Mudah-mudahan Manggarai Sehat ini membuat lingkunangan RW 4 ini lebih sehat dan gak sumpek gitu,” kata seorang warga. Warga lainnya menimpali, “Ya saya sih berharap gerakan ini terus jalan aja dan bisa bikin wilayah Manggarai bersih dan sehat lagi sampai kalau bisa kalinya jadi jernih.. amin. Pasti harapannya adalah  agar Manggarai Sehat ini bisa terus berekspansi. Tidak hanya di Manggarai tapi juga di daerah-daerah di Indonesia.”

Editor: Taufik Wijaya

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11