Gerakan Manggarai Sehat jadi Penyelamat

Kawasan padat penduduk ini dulu dikenal memiliki masalah kesehatan akibat warga tidak peduli kebersihan lingkungan. Misalnya mereka seenaknya buang sampah ke kali

SAGA

Senin, 26 Agus 2013 18:19 WIB

Author

Danu Mahardika

Gerakan Manggarai Sehat jadi Penyelamat

Gerakan Manggarai Sehat, Jakarta, Sanitasi, Ciliwung, Kesehatan

KBR68H - Warga bantaran kali Ciliwung di  Manggarai, Jakarta bertahun-tahun hidup tanpa peduli kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kondisi ini mulai berubah ketika lahir Gerakan Manggarai Sehat yang digagas seorang pemudi. Marbel atau Manggarai Berlari adalah program terbaru  kesehatan reproduksi remaja yang tengah dipersiapkan komunitas ini. KBR68H pergi ke perkampungan kumuh tersebut melihat dampak gerakan  bagi warga.  

Suara anak-anak terdengar riuh. Mereka berlarian di gang yang hanya cukup dilewati sepeda motor tersebut. Gang di perkampungan padat penduduk  itu berkelok-kelok bak labirin. Beberapa warga terlihat berbincang di teras rumah.  

Setibanya di ujung gang terdengar gemericik air. Sepanjang mata memandang nampak kali dengan air berwarna coklat. Seorang lelaki terlihat bersantai di depan pintu rumahnya, persis  di samping kali. Itulah sekilas suasana di gang permukiman warga bantaran kali Manggarai, Jakarta Selatan.

Kawasan padat penduduk ini dulu dikenal  memiliki masalah kesehatan akibat warga tidak peduli kebersihan lingkungan. Misalnya mereka seenaknya buang sampah ke kali, cerita seorang warga Susi.  “Kalau terketuk untuk lebih sehat kayanya memang agak susah ya.  Itu kan perlu jangka waktu yang agak lama. Di sini kita juga sudah sering diadakan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Kecamatan, Puskesmas Kelurahan. Tapi ya maklumlah disini tingkat pendidikannya masih rendah jadi kesadaran untuk hidup sehat agak susah,” katanya.

Warga lainnya Rasyid, ikut menimpali, “Iya ini di sini dulu warganya biasanya tak peduli sama sampah. Buang (sampah) ya buang aja di kali. Anak-anak juga sering buang sampah sembarangan. Kan suka keliatan itu sampah bekas anak-anak makan atau mainan kegeletak aja gitu di jalan, gang-gang. Ya jadi nya jorok itu. Gak begitu peduli sama kebersihan lingkungan gitu mas.”

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mulai terbangun seiring kampanye dan kegiatan yang dilaksanakan Gerakan Manggarai Sehat. Kembali Susi menuturkan, “Memang dengan adanya Gerakan Manggarai Sehat, sedikit banyak mereka lebih bisa mengukur bagaimana pola hidup yang sehat itu seperti apa. Kayanya sudah lumayanlah. Jadi sudah ada kemajuan Alhamdulillah”

Bayu, Ketua Karang Taruna  setempat membenarkan dampak positif yang dirasakan warga. Misalnya warga mulai mengumpulkan sampah di satu tempat dan membuangnya ke penampungan sampah.  “Sudah ada jadi dari ibu-ibu yang biasa ikut seminar. Jadi mindset- nya berubah. Kalau buang sampah ke kali itu bahayanya buat kita-kita juga nanti. Itu sudah ada lah hasilnya. Walaupun belum maksimal, ya kembali ke pribadi masing-masing. Mudah-mudahan manfaatnya buat kita semua,” katanya.

Supriha, salah satu ibu rumah tangga yang sempat mengikuti kegiatan Gerakan Manggarai Sehat.

KBR68H : Ibu ikut kegiatan apa waktu itu?
SUPRIHA : Saya periksa kesehatan. Semuanya, cek darah, cek gula, semua
KBR68H : Menurut Ibu sebelum ada program ini dengan sekarang ada program ini apa perkembangannya? Apa warga jadi lebih sehat mungkin?
SUPRIHA : Warganya jadi lebih sehat ya. Karena kan setiap ini (waktu tertentu) pasti ada penyuluhan kesehatan. Jadi bisa ngecek darah, ngecek kesehatan gitu.
KBR68H : Ibu tergerak untuk hidup lebih bersih?
SUPRIHA :  Iya kan penting untuk diri kita sendiri

Selain orang orang dewasa, Gerakan Manggarai Sehat juga melibatkan puluhan anak yang ada di kawasan tersebut. Mereka dibekali pendidikan kesehatan. Seperti pentingnya mencuci tangan sampai mengolah sampah menjadi hal yang berguna, jelas salah satu bocah bernama Syifa.

KBR68H : Gimana menurut Syifa acaranya?
Syifa : Menarik
KBR68H : Ngapain aja waktu itu?
Syifa : Membuat sampah
KBR68H : Diapain sampahnya?
Syifa : Dibikin, jadi gambar kupu-kupu

Syifa kini rajin  cuci tangan.

KBR68H : Kalo dulu jarang cuci tangan?
Syifa : Ho’oh
KBR68H : Syifa tau kalau sebelum makan ga cuci tangan nanti kenapa?
Syifa: Entar banyak kuman. Bisa sakit perut
KBR68H : Jadi sekaran cuci tangan terus ya?
Syifa : Iya


Siapa tokoh di balik Gerakan Manggarai Sehat?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19