Dari Perangi Pungli sampai Tambah Jam Kerja (3)

Putut mengaku, sering terjun ke pelosok daerahnya menggunakan sepeda. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Putut juga menambah jam kerja stafnya.

SAGA

Jumat, 02 Agus 2013 20:18 WIB

Author

Gungun Gunawan

Dari Perangi Pungli sampai Tambah Jam Kerja (3)

birokrasi, lelang jabatan, jokowi, Pemprov DKI Jakarta, lurah

Tambah Jam Kerja

Putut mengaku, sering terjun ke pelosok daerahnya menggunakan sepeda. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Putut  juga menambah jam kerja stafnya. “Untuk hari jumat saya tambah jam pelayanannya hingga pukul 8 malam. Biasanya kan pukul 4 tuh. Ya tidak banyak memang. Tapi lumayan suka ada saja warga yang ngurus. Paling 15 rang lah. Mereka mungkin sibuk dan baru sempat ngurus jam segitu,” katanya.

Hal tersebut diamini  salah satu warga, Yana. “(Lagi ngurus apa bu?) ini mau ngurus surat domisili. (Bukanya sampai sore ya bu di sini?) ya sampai jam 4 biasanya. Tapi kadang-kadang sampai malam juga. Tuh si ibu itu kemarin sampai malam ngurusinnya,”

Perubahan yang dibawa Lurah Putut, mulai  dirasakan , terang warga  Somilia. “(apakah lurah hasil lelang jabatan membawa perubahan?) oh iya. Banyak banget. Bagus. Program PKK nya jalan. Kemarin aja ada perlombaan kesehatan dapat piala. Juara tiga atau empat begitu. Banyak lah perubahannya. (ibu lagi mengurus apa?) mengurus KJP dan BLSM. Alhamdulillah lancar. ”

Warga lainnya, Yana  juga ikut menimpali.“Ah biasa aja kayaknya. Tapi bagus sih. Lebih bagus lebih baik (baik apanya?) ya pelayanannya di sini mah cepet bagus. (kalau ngurus surat seperti ini gampang?) iya gampang gak pernah dipersulit. (suka ada pungli?) gak pernah ada Alhamdulillah.”

Sebagian warga Bungur bekerja di bidang percetakan. Hal tersebut tak luput dari pengamatan Putut. Dia mengaku, akan mengoptimalkan potensi tersebut untuk meningkatkan taraf hidup warga. “Itu menjadi PR kita lah. Selama ini kan lahan parkirnya bermasalah. Saya mau mempertemukan para pemilik perusahaan percetakan sama beberapa pihak seperti LMD, tokoh masyartakat, bahkan saya pernah undang juga bekas lurah sini. Ke depan saya mau ada asosiasi percetakan supaya Bungur jadi sentra percetakan,” terangnya.

Program ekonomi lain yang juga siap dibenahi adalah perbaikan pasar tradisional. “Yang kedua itu soal pasar Poncol. Itu kan khas Bungur. Dari tahun 1960 mas. Isunya kan mau direlokasi. Sekarang lagi nyari tempatnya. Sambil nunggu saya ajukan perbaikan sarana di sana seperti lampu jalan supaya kalau malam tidak terkesan seram. Saya sudah ajukan ke PJU,”imbuh Putut.

PJU yang disebut Putut  tadi kepanjangan dari penerangan jalan umum. Menurut Putut, kedua program tersebut menjadi prioritas meski hal tersebut bukan tanggung jawab dia sepenuhnya. “Yang namanya lurah itu kan general tugasnya. Dari urusan sajadah sampai haram jadah dia mesti tahu. Daun yang jatuh di Bungur juga dia harus tahu. Upaya dulu. Kerja dulu. Jangan bilang ini bukan tupoksi saya. Tugas lurah itu sebagai awal yang memfasilitasi. Kalau memang tidak mampu siapa yang berwenang ini, tugasnya lurah membawa ke sana. Sehingga masyarakat ini tahu. Sebenarnya saya tahu itu tugasnya PJU. Tapi kenapa ngomong sama lurah. Mari kita diskusikan. Lalu kita bawa nanti ke PJU.”

Kata dia, perubahan yang dilakukan seorang pemimpin bukan sesuatu yang luar biasa. Itu merupakan sebuah kewajiban.  “Sebenarnya pun bagi masyarakat itu bukan hal yang aneh. Jakarta baru ini semua masyarakat tahu. Tugas pemerintahana itu apa, masyarakat tahu. Hak mereka apa saja, mereka tahu. Jadi keterlaluan kalau tidak berubah. Karena setiap kebijakan itu sudah dimuat di media,” jelasnya

Editor: Taufik Wijaya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN