Dari Perangi Pungli sampai Tambah Jam Kerja

Saat ditemui di ruang kerjanya, Lurah Safri Djani merasa tertantang menjalankan sistem birokrasi dan pelayanan baru kepada warganya.

SAGA

Jumat, 02 Agus 2013 21:09 WIB

Author

Gungun Gunawan

Dari Perangi Pungli sampai Tambah Jam Kerja

birokrasi, lelang jabatan, jokowi, Pemprov DKI Jakarta, lurah

KBR68H - Memerangi praktek pungutan liar sampai menambah jam kerja aparat, adalah beberapa gebrakan yang dilakukan lurah dan camat di Jakarta dan Kepulauan Seribu. Langkah ini untuk memperbaiki citra kelurahan sekaligus  meningkatkan layanan kepada warga. Itu merupakan sebagian kecil gebrakan 400 lurah dan camat yang terpilih setelah mengikuti sejumlah tes lelang jabatan yang dicanangkan Gubernur Joko Widodo. KBR68H berkunjung  ke  kantor Kelurahan Petukangan Utara dan Bungur.  

Petukangan Utara merupakan satu dari lima kelurahan di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sudah satu bulan , daerah yang kerap dilanda banjir tersebut  dipimpin  orang baru,  Safri Djani. Dia adalah lurah hasil lelang jabatan atau promosi jabatan yang dicanangkan Gubernur Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Seorang warga yang ditemui KBR68H tengah menuju kantor kelurahan. Meski hujan tengah turun, tidak mengendurkan niat beberapa  warga untuk mengurus administrasi kependudukan di kantor kelurahan. Kursi tunggu tamu di depan loket pengurusan KTP dan kartu keluarga seperti tidak pernah sepi dari pengunjung.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Lurah Safri Djani merasa tertantang menjalankan sistem birokrasi dan pelayanan baru kepada warganya.  “Kalau kebijakan itu mengarah kepada perbaikan yang menyeluruh ya kami dukung . Apalagi kan  menurut saya bagus karena dapat memunculkan potensi-potensi tersembunyi yang dulunya tidak kelihatan. Jadi saya mendukung  program seperti ini. Minimal buat saya pribadi jadi tahu sampai mana sih kemampuan saya menjalankan tugas.”

Meski belum lama dikenal warganya, dia yakin hal tersebut bukan jadi kendala yang berarti.“Kebetulan saya di kelurahan sudah lama. Sudah dua puluh tahunan saya. Dari mulai staf sampai jadi lurah. Jadi bagaimana pola suatu wilayah itu bisa kita ukur. Kecuali dia misalnya baru jadi lurah dari dinas teknis atau mana itu agak susah. Kalau saya sudah enam kelurahan mulai dari Tebet timur, Kebon Baru, Maggarai Selatan, Guntur, Pondok Labu. Jadi sudah hafal lah,” katanya.

Safri mengaku telah menyiapkan beberapa program untuk memajukan kelurahan yang dipimpinnya.“ Perubahan itu bisa saya bawa kalau visi dan misinya sudah saya ketahui. Jadi terlebih dahulu harus saya lihat visi misinya, saya sudah survey nih dalam dua hari ini. Saya sudah tanyakan ke setiap RW apa permasalahannya. Kita lihat dulu teritorialnya sampai mana. Dalam waktu dekat ini sudah ada gambarannya lah. Yang pertama itu saya harus bisa mendekatkan diri ke masyarakat biar mereka nyaman dengan kedatangan aparat baru ini. Kalau sudah begitu mau program apa saja pasti bisa jalan. Program dalam waktu dekat saya mau berdayakan rumah sehat. Kebetulan di sini ada rumah sehat buat masyarakat sekaligus rumah serbaguna. Yang kedua adalah program lingkungan.”

Meski baru satu bulan dilantik, warga Petukangan Utara berharap banyak kepada sang lurah baru.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme