Share This

Penembakan Kembali Terjadi di Keerom

Kasus penembakan di Papua kembali terjadi, tepatnya di kilometer 9 atau 20 kilometer dari arah Abepura menuju ke Arso, Kabupaten Keerom, Sabtu malam

SAGA

Minggu, 15 Jun 2014 22:09 WIB

penembakan

KBR, Jayapura- Kasus penembakan di Papua kembali terjadi, tepatnya di kilometer 9  atau  20 kilometer dari arah Abepura menuju ke Arso, Kabupaten Keerom, Sabtu malam. Korban penembakan itu adalah Tarsan Sinaga yang sedang mengendarai mobil bersama istri dan anaknya. Tarsan mengatakan saat kejadian situasi lokasi gelap dan hanya ada beberapa lampu penerangan jalan yang menyala. Ia mengaku sempat melihat bayangan tiga orang yang diduga sebagai pelaku penembakan. Sesaat setelah kejadian, Tarsan melaporkan penembakan ke Polsek Koya.

“Setelah kejadian di sana, kami juga melapor apa yang terjadi, sehingga mereka menginterogasi kami pada saat di sana dan mereka juga memfoto seluruh bodi mobil yang ditembak oleh pelaku. Sempat melihat sepintas, karena malam hari, hanya melihat bayangan, ada kurang lebih tiga orang saja, satu kali tembakan,” jelasnya.

Akibat kejadian itu badan mobil bagian belakang yang terkena tembakan berlobang dengan diameter 2 cm. Namun, tak ditemukan amunisi yang tembus pada mobilnya tersebut. Saat kejadian mobil tersebut ditumpangi istri dan anak Sinaga, bernama B. Butar-butar (43) dan D. Sinaga (7). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat.


Editor:Taufik Wijaya

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.